Selasa, Mei 12

Report "Architecture Event" awal Mei 2009

+++ Event yang di adakan sejawat SAMM kali ini bekerjasama dengan HMA Universitas Brawijaya dan Toko buku  TOGAMAS tanggal 2 mei sampai 9 mei 2008. Merupakan rangkaian acara arsitektur yang independen dan lintas institusi (berbagai institusi turut serta) dan satu-satunya di kota Malang

BEDAH BUKU “ARSITEKTUR UNTUK KEMANUSIAAN”

*** Bedah buku oleh hma UB ( adalah telaah buku karya bapak Dr. Galih Wijdil Pangarsa DEA “ Arsitektur untuk kemanusiaan atas karya-karya bapak Eko Prawoto). Secara garis besar apa yang coba di paparkan dalam bedah buku ini adalah kajian ungkapan pertemuan adanya kesamaan niat pada karya Pak Eko Prawoto yang tidak membatasi pijakan pikir bahwa arsitektur bisa di lakukan dalam lingkup siapa saja, dalam tindakan ini karya-karya bapak Eko Prawoto mencoba menelurkan endapan emosi kemarjinalan obyek ruang bukan bentuk pada semua strata. Sementara endapan Emosi pemikiran Bapak Galih mencoba menjembatani adanya korelasi positif pada teori yang di gelutinya pada dunia kampus menjadi rujukan yang harus bisa di jabarkan lewat media karya yang obyektif harmonis berkemanusiaan

+++ Sebuah acara bedah buku yang mengungkap beberapa hal dibalik penulisan buku yang sarat dengan pengetahuan tentang karya pak Eko Prawoto yang selalu berpihak pada rakyat. Arsitektur yang partisipatorik hadir sebagai jawaban atas keringnya makna dan rasa dalam ber-arsitektur, yang berujung pada hasil karya yang kurang manusiawi. Acara ini berlangsung dengan dihadiri oleh para dosen dari berbagai Universitas di Malang, mahasiswa, Ketua IAI Malang pak Antung Harudji, dan sejawat SAMM yang antusias dengan apa yang disampaikan pak Galih. Karya telaah pak galih ini memang memberikan angin segar bagi pemikiran sejawat muda yang masih menggelora.




KUNJUNGAN KARYA SAMM

***
Hampir 5 tahun dedikasi sejawat samm mengalami berbagai gelombang pasang ,dimasa masa itu pula sejawat datang dan pergi silih berganti bak musim berbunga.

“Arsitek tanpa karya bak pohon tanpa buah, dalam event ini kita mencoba membuat event kunjungan karya dari sejawat sejawat samm . buah tanpa di kecap rasanya sama halnya karya arsitek tanpa pernah terapresiasikan kekhasan ruang rasa dari desain yang sembulkan ke permukaan karena karya arsitek adalah artefak zaman “.

Secara pribadi saya sanggat bangga dan bersyukur, kunjungan karya ini bisa menjadi ajang silaturrahmi karya, arsitek, mahasiswa/wi, klien dari lintas institusi ,lintas studio arsitek, tentang bagaimana karya arsitektur itu bisa di apresiasikan secara proporsional.

Dam mungkikah nanti ajang seperti ini bisa di gagas jadi cikal bakal sebagai wahana kritik arsitektur dari berbagai sudut pandang keilmuan antara seni , tehnik , humaniora dan psikoligi.


+++
Salah satu hal paling menyenangkan dari proses-proses ber-apresiasi arsitektur yang makin sering diadakan oleh SAMM di Malang dan di kota-kota lainnya, adalah antusiasme dan iklim apresiasi yang sangat tinggi di kalangan peminat arsitektur. Tak terkecuali dalam ke dua event arsitektur berupa open house yang diadakan oleh CDA dan Alesuga Ibi. Kedua desain dan bangunan yang di open house kan kali ini memang cukup tinggi nilai maupun skalanya dilihat dari project-project yang biasa dibangun di kota Malang.



RUMAH PAK ANDA KARYA CDA STUDIO

*** Rumah karya CDA ini cukup mengesankan dengan bahasa purishnya, akomodasi atap ala keharusan araya tersiasati dg komposisi yang proporsional, permainan volume ruang dan rongganya juga menghasilkan fasad yang sangat interest dengan lingkungan .

Komposisi ruang dalam pada rumah desain CDA kali ini mengalami kemajuan dalam olah rasa suasana kepentingan fungsinya yang tetap terjaga.


Beberapa foto bangunan. Tampak dalam foto2 ini; arsitek Aditya Lantip (Bunder) foto ke-empat. Arsitek Nino Haris pada foto ke-9


+++ Rumah ini tampaknya mewakili semangat baru CDA (Nino Haris dan Aditya Lantip) yang sangat berbeda dari karya sebelumnya yang juga di open house-kan. Dengan tampilan depan yang atraktif dengan seruang balkon berkisi-kisi, tampaknya langsung menyita perhatian begitu mendekati bangunan rumah ini. Permainan garis dan bidang berpadu dengan penggunaan material yang cukup menarik.

Para peserta open house diajak untuk berkeliling dan memasuki rumah ini untuk kemudian mendengarkan penjelasan Nino, dalam rumah yang sudah dihuni sehingga terdapat beberapa perabot awal. Nino menjelaskan bahwa yang paling disukainya pada desain ini adalah 'keterbukaan' pada rumah, yang terlihat pada beberapa aspek desain seperti bukaan dan lubang-lubang.


Beberapa foto saat Nino Haris presentasi open house. Samoke (foto keempat deretan diatas)
Nino Haris (foto kelima)


Secara subyektif dari penulis, yang cukup menarik dari rumah ini adalah balkon yang twisted (terpelintir) dengan lengkungan sisi yang tak lazim. Menurut Nino ini dihadirkan sebagai unsur feminim dari rumah yang cenderung memuat banyak unsur box yang maskulin. Desain ini juga menawan dengan tampilan kisi-kisi secondary skin-nya yang berperan menyejukkan area sekitar rumah ini. Misalnya di lantai 2 pada area taman diatas atap, terasa makin sejuk dengan naungan kisi-kisi yang menyerupai ruang dibawah pohon rindang.

Hadirnya taman diatas atap juga merupakan hal yang belum lazim dalam desain-desain di Malang, sehingga memberikan wawasan baru, terutama bagi mahasiswa-mahasiswi yang turut hadir.

Tak hanya diluar, bagian dalam juga menyiratkan komposisi desain Nino dan Bunder (Aditya Lantip) dalam CDA yang berkualitas tinggi. Kejutan dalam desain seperti desain railing tangga yang 'twisted' juga menjadi hal yang menarik. Selain inovasi pencahayaan dalam ruang.




RUMAH DAN KANDANG KUDA KARYA ALE SUGA IBI

*** Maskulin paras fasadnya , julur melintang ruas-ruas baja, gurat hitam kokoh batu alam, melayang sosok bak ujung geladak belakang dewaruci, simpang melintang tersambung jalan di kepala berujung di ruang mushala, semerbak kas bau sibetina , terekam derik-derik lengking kuda ,…..dan berakhir di hampar hijau julur-julur daun tebu…..itulah sebait puisi buat karya ini



+++ Ranch house ini menarik perhatian sejak dari belokan jalan utama tempatnya berdiri. Bangunan putih dengan garis-garis yang mewarnai kondisi rural setting tempat ini, seakan menjadi sebuah oase. Dengan tanpa dinding masif pagar yang memisahkan jalan, namun cukup dengan jajaran pohon bambu dan vegetasi lainnya, Ranch house ini hadir sebagai seperti sebuah gerbang...

Gerbang menuju apa? Mungkin bisa terjawab setelah memasuki area ranch house... pemandangan elok sekitar yang ditumbuhi oleh hijau padang rumput tempat kuda-kuda berlarian... Memanjakan mata dan diakhiri oleh garis-garis lembut gunung-gunung yang mengitari kota Malang.



Beberapa foto saat open house. Foto ke empat: Arsitek Suga Ibi. Foto paling bawah: Ale Suga Ibi (Agus, kaos hitam) sedang di 'public interview' oleh Nino Haris dan rekan-rekan SAMM

Salah satu kekuatan utama desain bangunan ranch house sekaligus rumah tempat tinggal pemiliknya ini adalah pengetahuan struktur arsiteknya yang cukup memadai. Hal ini karena jarang-jarang kita menemukan struktur baja untuk penyangga bangunan rumah tinggal seperti ini. Pengetahuan struktur Agus (Alesuga) Ibi jelas ditampakkan melalui bangunan ini.

Garis-garis tegas, maskulin, dan sederhana menyiratkan pribadi arsiteknya juga. Unsur material yang selalu terlihat jelas melalui tekstur permukaan yang sengaja ditampakkan juga merupakan karakter yang memperkuat bangunan secara keseluruhan.



DEGAP NASIONALISME DI RUANG PAMER IAI AWARD 2008.


*** Disudut ruang, memanjang tergantung tersanding abtrak lukisan, setia meja bundar di temani 2 warna 4kursi ala tobias dalgado, bening raut dingin ambalan meja kaca, ku letakkan notebook di atasnnya. Tafakur sejenak entah apa terpikir olehku tuk memulai menulis pameran ini….hingga 13 menit rasanya terdiam memandang juling mataku ke perspektiv ruang pameran ini, di tengah ruangan berjejer 4 sekat pameran IAI di kelilingi 2000 lebih buku buku tua koleksi Soekarno, …berkaca-kaca terkatup berucap dalam hati , pelan perlahan daya pikir mengerakan jari jemariku menari santun tertatih bak bayi belajar berjalan takut akan langkahnya dan jatuh…..tiba-tiba hentakan CAPS LOCK menghentikan nalar ide, karena jentik tangan kiri ini menyentuh tak sengaja pertanda jeda pikir tak setuju. Dan aku tertegun melangkah mendekat ke salah satu deretan koleksi buku sukarno,…………terbaca olehku MAHATMA GANDHI “ negaraku adalah kemanusiaanku “.



PAMERAN IAI AWARD 2008

*** IAI AWARD tahun 2008 adalah penghargaan karya arsitektur yang mencoba memberi aras baru dalam khasanah pengkategorian karya, berbeda dengan IAI AWARD sebelumnya, dulu IAI AWARD didasarkan berkecenderungan ke fungsi ,tetapi IAI AWARD sekarang lebih pd muatan pengkategorian berdasarkan aspek hubungan kultur antara karya, klien, arsitek, lingkungan. Maka dari sanalah di butuhkan sosialisasi ke berbagai lapisan pemerhati arsitektur.

Dan pameran IAI AWARD 2008 kali ini yang di adakan oleh sejawat SAMM (spirit arsitek muda malang ) bekerja sama dengan adanya bedah buku ‘ Arsitektur untuk kemanusiaan’ oleh HMA univ. Brwijaya dan tokobuku Toga Mas, adalah dalam rangka sosialisai dan publikasi di kota Malang.


Foto suasana pameran. Foto pertama: bersama tim sejawat mahasiswa Universitas Brawijaya.


Kenapa kota Malang…. Karena kami tidak ingin tertinggal dalam gerbong terakhir kereta perkembangan Arsitektur Indonesia.





PAMERAN IAI AWARD 2008 ADALAH CAMBUK BUAT IAI cabang MALANG


*** Pemeran IAI AWARD 2008 di kota Malang kali ini serasa penuh makna sejarah, bagi kalayak pemerhati arsitektur kota malang, karena ini baru pertama kalinya di adakan, dan menjadi ironis karena pameran ini bukan di adakan oleh IAI cabang malang yang notabenya seharusnya mereka yang menjadi ujung tombak di daerah dalam pemberdayaan dan penginformasian tentang wacana arsitektur bagi anggota IAI dan masyarakat kota malang. Ini adalah CAMBUK bagi Keberadaan IAI cabang Malang, bahwa keberadaan IAI sekarang ini hanya pada tataran stempel acara institusi lain atau hanya stempel professional SKA yang pada kenyataanya SKA arsitek banyak di gunakan dalam sewa- menyewa kelengkapan projek saja, sedangkan masalah dedikasi SKA dlm organisasi di IAI adalah nol besar, apalagi dalam desain yang bisa memberi nafas arsitektur Indonesia. Sangatlah tidak mungkin kalo niatnya sudah tidak pada relnya. mungkin ini adalah salah satu sebab kenapa organisasi IAI daerah yang notabennya Profesinal mandek dan tak berjalan.

Yang lebih ironis lagi adalah etika ketika diadakan sarasehan arsitektur di saat penutupan pameran IAI award 2008 , sarasehan itu di hadiri akademisi dari UNIBRAW, UNMER, ITN, UIN, STTM, ITS, praktisi juga mahasiswa, tidak ada satupun hadirin di forum itu yang mewakili IAI cabang malang , padahal undangan sudah dengan hormat sampai dengan kata salam di pintu rumah,……maka dari itu sudah saatnya mari kita intropeksi mau kemana atribut Profesional pada lebel SKA arsitek , dan mau di bawa kemana asosiasi organisasi IAI cabang Malang kalau bukan untuk informasi dedikasi laku Arsitektur di kota malang.



SARASEHAN ARSITEKTUR


*** Sarasehan arsitektur ini diadakan dengan maksud konsolidasi para pemerhati arsitektur di kota malang raya, dengan mengundang Mahasiswa, Akademisi, Praktisi, IAI cabang Malang, dengan tema “Malang : menyongsong pembaharuan Arsitektur dan kota”, muatan yang di kandung dalam sarasehan ini adalah ajakan dari sejawat samm untuk bergerak bersama berdedikasi bersama lewat acara dan event bersama di kota malang.

Dengan pembicara Prof.Dr.Ir Josep Prijotomo dan Dr. Ir Galih Wijhil P. DEA yang nota bennya sangat konsen terhadap event arsitektur di Indonesia.





foto atas: mbak Reni sbg MC, Nino Haris dan Samoke sbg moderator.


Pak Joseph saat memberikan penjelasan dalam suasana informal.


Pak Galih Widjil Pangarsa dalam menjelaskan



Dalam paparanya, beliau mengharapkan dengan adanya acara Pameran IAI AWARD 2008 ini bisa memacu semangat berarsitektur di kota malang dari berbagai sisi berpartisipasi dalam ranah masing masing. Dan bila ada ujung tombak perbaikan informasi dan komunikasi arsitektur yang baik di kota malang , kita mnengharapkan keberadaan IAI cabang malang bisa berperan lebih mengakomodasi event arsitektur di kota malang raya.







Penulis artikel (lihat tanda *** dan +++ berarti ditulis oleh)


*** sam oke
/ ruangisis / 7 mei 2008 / tokobuku togamas lt3 malang / 12.39 wib.

Penulis artikel n photographer:

+++ Probo Hindarto
/ www.astudioarchitect.com / whenever / wherever / I am

________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Rabu, April 29

Poster acara Architecture Event Mei 2009

Poster Architecture Event SAMM.
Be there!

Bermanfaat oentoek pengetahoean akan tehniek arsitektoer jang moetachier serta kesedjawatan antar arsitek koeta Malang. Merdeka Boeng!!








Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Senin, April 27

ARCHITECTURE EVENT AWAL MEI 2009

ARCHITECTURE EVENT:

1. Pameran IAI Award 2008
Hari/tanggal: Sabtu, 2 - 8 Mei 2009
Waktu     : 09.00 – 21.00 wib
Tempat     : Toko Buku Togamas lantai 3

2.Bedah Buku : Arsitektur untuk Kemanusiaan – Teropong Visual Culture atas Karya-karya Eko Prawoto  
Hari/tanggal: Sabtu, 2 Mei 2009
Waktu     : 09.00 – 12.00 wib
Tempat     : Toko Buku Togamas lantai 3
Karya     : Dr. Ir. Galih Widjil Pangarsa, DEA.
Pembahas: Ir. Muhammad Faqih, MSA., PhD.
Wisnu Sasongko, ST., MSP.

3.Kunjungan Arsitektur (open house)

Rumah Suliyono     Hari/tanggal    : Minggu, 3 Mei 2009
Waktu     : 09.00 – 12.00 wib
Tempat     : Perumahan Araya Pondok Blimbing
Indah
Jl. Araya Golf Bulevar Kav. 17 PBI Malang
Karya     : haris wibisono, IAI & aditya ls, IAI

Ranch House & stables
Hari/tanggal    : Minggu, 3 Mei 2009
Waktu     : 13.00 – 15.00 wib
Tempat     : Tlogowaru–Buring, Malang(selatan
GOR Ken Arok)
Karya     : Agus Samsudin

4.Sarasehan     Hari/tanggal    : Jumat, 8 Mei 2009
Waktu     : 14.00 – selesai
Tempat     : Toko Buku Togamas lantai 3





Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Senin, April 6

[SAMM] TV: Interview SAMM dengan sejawat Bli Alit

[SAMM] TV dengan wawancara Bunder (Aditya Lantip) dan Bli Alit.

Pertanyaan seputar apa yang dirasakan tentang kesejawatan di SAMM dan apa arti arsitektur bagi Bli Alit. Satu hal yang menarik, Bli Alit menegaskan posisi arsitektur sebagai karya yang berasal 'dari hati' atau 'rasa'.





Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Minggu, April 5

[SAMM] TV: Interview SAMM dengan sejawat Alvin

Ini adalah feature terbaru di website samm-media.org, yaitu [SAMM]TV, sebuah kumpulan videografi tentang berbagai hal yang terjadi di komunitas SAMM. Video ini bisa jadi perjalanan ke obyek wisata, obrolan menarik, interview sejawat, serta kegiatan yang sempat terekam dalam video, yang tentunya amatir. Video pertama ini adalah interview dengan sejawat arsitek dari RUMAH MAKET STUDIO; Alvin, tentang perjalanan ke Yogyakarta untuk belajar bambu. Video ini dibuat sesaat setelah gathering berkala SAMM pada tanggal 5 April 2009 di Jalan Veteran Malang.








Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Jumat, Maret 27

Belajar tentang bambu di Jogja

Penulis             : sam oke
Trekker             : nino, ambiek, allvin, suga, bunzs, whahid, bli alit, sam oke
Waktu              : tgl. 15-19 maret 2009

SATIR JOGJA KITA
Jogja adalah kota simbol budaya dijawa dari kota budaya tradisional menuju kota budaya rural mengalir bersolek  menuju kota budaya urban metropolis dan serta merta berlogo budaya hotspot dalam ranah selogan kebebasan.
Pelan dan pasti, waktu dan zaman mulai mengkikis peran tradisi lama dalam aral melintang kemoderenan hedonis kejawaan, simbol-simbol tradisi budaya mulai bergerak menjadi simbol seni pariwisata zaman,
Batik jogja dengan blangkonya berjajar di trotoar kecut menunggu turis tuk membelinya, kenarsisan kontemporer di poros kota disanasini menjadi biang kesopanan kringat estetis wajah kota,
Simbol menjadi kenangan , makna dan tradisinya menjadi proses kata hati NANTI DULU, seberkas keberuntungan ternyata masih ada...........dan itu adalah keberadaan simbol keraton sebagai perekat kejogjaanya, mungkin itu yang membedakan dengan simbol-simbol kota lain di jawa.




TITIK NARSISNYA  JOGJA
Seloroh ini bukan sekedar kata, dulu orang bilang kalo ke jogja belum sah bila ga ke kraton, malioboro dan borobudur . selama 4 hari 3 malam 17 kali malam hari kita lewati putaran tugu poros jogja,apa yang aneh adalah tugu itu ternyata menjadi biangnya narsis kawulamuda jogja dan tamu-tamunya. Apakah dulu si NARSISUS pemilik nama itu salah satu pengagum tugu jogja.
Benar memang adanya serangan umum 1 maret, merebut jogja kembali keberhasilannya peristiwa itu, berpatokan di tugu jogja, dan di tugu itu pula menjadi ancer-ancer dan tetengger sebuah konsep poros kota jogja.
Bila kita binggung dan nyasar mencari dimana kraton ,dimana malioboro,dimana borobudur dan tak lupa dimana sarkem ingatlah dimana tugu jogja. Jadi tak salah bila ke jogja " kudu foto ning tugu poros jogja ", mesti orang bilang narsis n ndeso katanya. ini adalah bukti ruang publik bisa berupa hanya sebuah tetengger belaka,sedangkan ruangnya berupa NISKALA HISTORIS dari tugu itu,
Mesti keberadaanya di titik nol, dan di desain di poros utara selatan perempatan jalan tak ber-ruang actual, hanya berlatar nilai mutual historis, orang datang lewat dan berkunjung tuk sekedar  makan nasi gudeg di sekitar tugu itu, tapi mereka akan mengabadikan peristiwanya. begitu juga kami berlagah-laku demikian. ini yang membuat tugu di jogja beda dengan tugu-tugu di kota lain:
Dimana dimensi skala tak akan terasa bila dimensi niskala tak menjadi roh sebuah benda ataupun bangunan.
Dan  SATIRku adalah
Mungkinkah PAMOR tugu itu menjadi brandnya jogja, …Atau mereka, kita semua kegenitan ingin foto di tugu itu ?, bagaimana dengan desain kita, apakah kita hanya mendesain ruang karena hanya bagus di foto saja nantinya,kalau iyaa………maka celakalah arsitektur Indonesia nanti,  dia hadir hanya bagus di foto, di tabloid, di buku-buku,di majalah dan gampang di copy paste di meja studio kita,….sedangkan itikad dan dimens isinya tak pernah kita gali dan mengerti.


SEMINAR REKAYASA BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN
Dalam Seminar ini di ikuti dari berbagai pemerhati masalah pendaya gunaan bamboo se- Indonesia, dan kami berkesempatan bisa ikut serta mewakili temen-temen sejawat SAMM dari malang. Dalam seminar ini di bagi menjadi 2 kelompok ,yaitu satu kelompok membahas bamboo sebagai budidaya bahan industri dan kelompok ke dua membahas bamboo sebagai bahan konstruksi bangunan dalam koridor ramah lingkungan.




Secara singkat Bahasan dalam seminar itu ada 4 hal yang di bahas :
  • Agro Budidaya bamboo dan jenisnya terhadap lokasi dari lingkungan bamboo itu di tanam,tentunya akan mempengaruhi jenis dan kwalitas tanaman bamboo.
  • Budidaya Bambu sebagai media bahan Seni , bamboo dalam pengawetan sreta amplikasi pemakaiannya.
  • Amplikasi bamboo dalam analisis sebagai media struktur
  • Amplikasi bamboo dalam laminasi bamboo
( untuk lebih jelasnya mengenai 4 hal di atas,akan di diskusikan dalam ruang event SAMM )


KUNJUNGAN OBYEK BANGUNAN DARI REKAYASA POTENSI BAMBU
17 maret 2009 / pukul 08.00- 16.00 wib
Dalam event kunjungan kali ini adalah rangkaian dari acara seminar tentang bamboo dalam rekayasa sebagai kontruksi bangunan baik sebagai kontruksi bentangan kecil maupun bentangan lebar.peserta kunjungan dari berbagai lapisan pemerhati masalah potensi bamboo. Dalam kunjungan dengan model field trip ini di pandu oleh Bpk Proff. MORISCO dan Mbak DR.INGGAR dari S2 UGM.




Kunjungan ke Bangunan TK ABA di semoya Sleman
Bangunan TK ABA ini sebagian kontuktruksinya memakai bamboo, yaitu kolom dan konstruksi rangka atapnya. Sedangkan dindingnya tetap memaki bata. Kwalitas ruangan  pada bangunan ini  cukup layak sebagi ruang multi guna sebagai aktifitas sekolah






Kunjungan ke PT. Kwas Imogiri


Bangunan industri PT Kwas Imogri ini merupakan kerjasama antara pemerintahan Indonesia dan Australia, secara fungsi bangunan yang terlihat semi permanen ini di gunakan sebagai pengembangan industri mebeler dan pernik interior, keunikan bangunan ini adalah seluruh komponen struktur bangunan mengunakan bamboo ( mulai dari kolom,kuda-kuda bentangan 22m, gelagar lantai 2. lantai penutup lantai 2,tangga,dinding mengunakan bahan bambu, kecuali  penutup atap) , system struktur dan rekayasanya bekerjasama dengan UGM sebagai media penelitian  penerapan bambu sebagai alternative bahan ramah lingkungan.




Kunjungan ke Gereja di  Ganjuran
Bangunan Gereja ini didirikan setelah bangunan lamanya hancur terkena musibah gempa tahun lalu. Secara garis besar bagunan gereja ini sangat sederhana, beratap jerami,tanpa dinding,berlantai tanah padat, berstruktur bamboo. Bangunan gereja ini berbentang 16m dengan panjang massa 48m.






Kunjungan ke Rumah Bambu Pakem
Rumah bamboo ini juga merupakan hasil riset dari tim UGM bekerjasama dengan  salah satu LSM local Kelompok tani, dimensi rumah ini 6x9m tinggi 8-9 meter. Mulai dari kolom,lantai,tangga,dinding, kusen memakai bahan bamboo , kecuali atap memakai seng gelombang. Fungsi bangunan ini sebagai ruang pertemuan juga pelatihan.
Bangunan rumah pakem ini layak mendapatkan apresiasi karena tahan terhadap goncangan akibat gempa bumi.






Kunjungan ke SABA Getan ( usaha pengawetan Bambu )
SABA ( sahabat bamboo ) merupakan usaha pengewetan bamboo dengan cara di VAKUM melalui tabung besar dengan tekanan tertentu setelah bamboo di bersihkan di lobangi dan di alirin air secara vertikal dalamnya.






DISKUSI SINGKAT DENGAN SENIOR EDITOR ASRI
Tak di sangka sejawat SAMM ketemu kembali Bpk. Djoni senior editor majalah ASRI ,yang beberapa bulan lalu sempat bersama ikut dalam Event Green desain di lembang Bandung. Dengan stylenya yang familiaer kita sejawat SAMM berdiskusi kecil tentang event Arsitektur terutama mengenai pemanfaatan bambu sebagai komoditi bangunan. Dan menurut beliau pada bulan mei – juli ASRI akan mengundang kita dalam event tentang bambu di bandung nanti.
SATU MEJA DALAM BIR JAWA DI GADRI RESTO


Berita tentang di bukanya areal keraton untuk sebuah resto dengan kekhasan masakan raja-raja jawa membuat kami berkeinginan berkunjung ke RESTO GADRI.letak resto ini berada di sisi barat keraton jogja, akses cepatnya lewat sisi barat alon-alon utara.





Bangunan resto ini dahulu adalah tempat ajudan raja, di dalam bangunan ini kita bisa mengali beberapa informasi mengenai tradisi,budaya, silsilah, peningalan, artefak keluarga keraton dan menu-menu makanan raja-raja jawa pada waktu itu. Dan waktu kita sempatkan berkunjung, kita memesan BIR JAWA ( minuman campuran rempah-rempah dengan rasa khas yang menghangatkan tubuh, minuman ini tidak berakhohol ).dalam apresiasi penulis, kemasan resto ini sangat unik, selain menyajikan masakan khas raja kita dapat informasi sejarah kekerabatan di keraton zaman dulu hingga kini.


DISKUSI di TERAS RUMAH PAK EKO PRAWOTO
Rumah  Pak eko Prawoto
Kedatangan sejawat SAMM di kediaman Bpk Eko Prawoto di sambut dengan sederhana di teras rumahnya yang teduh ETNIK nan RUSTIK.sambil berdikusi kita memberikan cendera mata buat jalinan kesejawatan kita sebagai arsitek Indonesia.
Yang sempat kita diskusikan adalah :

Dalam rentang waktu dahulu dan sekarang karya-karya arsitektur kita sekarang ini ada kecenderungan mengalami kemerosotan dalam pemahaman konstruksi dan detail dalam rangka memperlakukan bahan bangunan, perlakuan khusus dari karakter bahan local jarang tersentuh hingga memberikan makna kelokalan itu sendiri.lokal selalu di anggap sebagai pengisi saja pada sudut pemanis desain, kelokalan tidak pernah di sembulan sebagai aras gelombang benang merah desain.
Dalam mendisain sudah waktunya kita melihat kembali sisi keNUSANTRAAN dalam berarsitektur, dan ngomong-ngomong kenusantaraan  arsitektur kita lebih dekat dalam wilayah timur, ini bisa kita lihat semakin ke barat karya-karya arsitektur di Indonesia semakin terkikis ideologi dan makna kenusantaraanya , ini tidaklah muntlak adanya, tapi ini bisa kita lihat perubahan muatan karya-karya yang ada di wilayah barat jawa, tergeruskah ide-ide local atau pencarian yang berkecenderungan kebaratan tak berujung ,sehingga pangkal awal dari titik lahir arsitektur ke nusantaraan mulai di jadikan cerita dini saja di bangku perkuliahan.

TANYA JAWAB DALAM MOBIL PAK EKO PRAWOTO
Waktu yang singkat membuat Penulis berusaha berdiskusi dalam mobil bapak Eko prawoto. Karena penulis sangat percaya pertanyaan selalu lebih penting dari pada jawaban, maka momen harus termanfaatkan kondisinya. Rentas-rentang waktu dalam kepadatan mobilitas hedonis jogja dari KALIURANG menuju Padepokan Bagong MADUSKISMO,KASIHAN.BANTUL, diskusi kami lakukan dalam Renungan 30menit.
Melihat di jalan penuh dengan baliho,liflet porter partai dan caleg… timbul pertanyaaan;
samm      :  Pak Eko apa ga’ nyoba nyaleg?,. Tanyaku,
pak eko   :  Wajah-wajah itu artinya apa ?
     Pemikirannya apa ?
    Mental juara membuat mereka selalu ndonggak, kapan bijaksananya?
Samm     : bagaimana kabarnya IAI di jogja?
pak eko  : di IAI jogja dahulu , pernah ada blok-blok yang ga pernah ketemu satu kata tujuan,
ada blok akademisi,blok praktisi dan blok birokrat, masing-masing mempunyai  kepentingan sendiri-sendiri, seharusnya di IAI itu mempunyai satu cita-cita bersama, apa yang harus di perjuangkan bersama untuk kebaikan arsitektur dan Profesi arsitek.dan itu haruslah obyektif menyelesaikan permasalahan di Indonesia.
samm  : apa yang membuat karya arsitektur kini dan dulu berbeda sehubungan dengan   kekayaan kelokalan kita.
pak eko  : contoh kecil, dulu ada kelompok  tukang yang memiliki keahlian yang beragam dengan tradisi dan cara membangun yang berbeda,talenta dan etosnya selalu terjaga, sedangkan sekarang cara membangun sudah berbeda, dan keahlian yang sifatnya tradisional sangat kurang.
samm  :  bagaimana sebaiknya pendidikan arsitektur Indonesia sekarang ini agar kelokalan tradisi ke-nusantaraan terjaga
pak eko  : yaa artefak tradisional yang menjadi kekayaan kita selama ini, harus dijadikan bahan bakar dalam mengisi ruang kosong baru .
samm    : dalam pengamatan saya saat datang dan merasakan rumah bapak dan beberapa karya yang tadi kita kunjungi, ada ruang rasa yang mengalir dan sangat terbuka hubunganya antara ruang dalam dan ruang luar..hingga secara fisik tanpa batas unsur pembentuk ruang, apa yang melatar belakangi karya bapak selama ini.
pak eko: konsep open plan, sosial bernuansa harus selalu berjejer berdampingan,karena  kehidupan itu ga pernah sempurna . dan iramanya selalu multi interpretasi dan dia hadir dalam system yang lebih besar yang akan mempengaruhi keseimbangan alam.
samm   : bagaimana mengkodisikan agar supaya desain yang hadir menjadi karya yang bisa menghargai system hidup yang lebih besar.
pak eko: jadi energi proses membangun dari konsep hingga pekerjaan di lapangan jangan sampai kita cederai oleh hal-hal negative yang akan menjadi bagian biliografi bangunan nantinya .( contoh kecil , kita harus mengakomodasi semua masukan positif dari klien hingga kuli ). Meminimalisir konflik dalam proses membangun.


DARI RUMAH PARA SENIMAN JOGJA
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Padepokan bagong berada di daerah madukismo kasihan bantul, secara garis besar komplek padepokan bagong berada di tikungan sebuah sungai. Tatanan bangunan merupakan gabungan dari beberapa bangunan lama yang di re-lay out kembali agar supaya fungsi bangunan lebih dinamis.





Fasad bagunan lama dan baru di ketemukan dalam satu frahmentasi linier yang seakan bertubrukan.di bagian lain terdapat beberapa bangunan pendukung semacam ruang serbaguna, kantor,dll. Kekhasan dari desain pak eko dalam bangunan utama adalah detail struktur dari bahan dan kebaradaan penghawaaan ruang atas yang terbuka tetapi tetap sederhana dalam olahan tampilan. Detail detailnya selalu tampak orisinil,etnis dan berkesan strukturalis tapi rustic lokalnya sangat kuat.
  
Rumah penari masLATIF
Rumah mas latif tak jauh dari padepokan bagong, sosok terbuka berpamor geliat gerak penari, berparas bebatu alam berirama kesan panggung, dan bersolek natural dengan motif tradisional, itulah gambaran sang penghuni, dan abstrak itu tercermin dalam bahasa arsitektur desain rumah mas latif ini.kefamilieran rumah ini sangat kuat tetapi open ended-nya juga masih terjaga. Secara garis besar tatanan ruang dan ataknya sangat lah sederhana. Yaitu lantai 1 digunakan sebagai areal public dan servis dengan atak denah lengkungan gerak dinamis penari , sedangkan lantai atas sebagai ruang privat dengan model koridor mengikuti sistem modul grid dari kolom . detail dinding ruamah ini dari lantai 1 dan 2 sangatlah kontras, lantai 1 dengan motif bebatuan sedangkan lantai2 bermotif gebyok kayu. Kesan strukturalis dengan detai-detail tradisional sangat terasa.





Rumah Sitok Srenggenge
Kondisi rumah ini lebih cenderung sebagai rumah kebun yang berkesan alkulturasi model tradisional dan klasik colonial, tetapi sentuhan finisingnya  berparas modern. Atak rumah ini sangat kuat terasa beda dengan rumah pda umumnya. Karena ketika kita mau masuk terkesan tidak ada pintu karena posisi rumah level lantainya setengah lantai di bawah permukaan depan rumah. Ruang penerima adalh sebuah pond yang terakses ke sebuah pintu utama, tetapi setelah masuk kita seakan di bawa keluar lagi di areal belakang rumah. Keunikan rumah ini adalh konsep open plane di areal bawah, desain fasad rumah ini sedikit lebih modern dengan garis herisontal vertical komposisi massa bangunan.





NARSISNYA PARA PENIKMAT CERITA SARKEM






Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Selasa, Maret 24

Teori evolusi memetika - Pemilihan material dan teknologi arsitektur dalam region geo-cultural yang mendefinisikan tipologi bangunan

THE HAGUE: Porters house of Clingendael EstatePENULIS: PROBO HINDARTO (BOP)
situs: www.astudioarchitect.com

Bangunan pada awalnya merupakan jawaban manusia atas kebutuhan berlindung dari cuaca dan gangguan alam maupun binatang buas. Cara yang ditempuh manusia untuk berlindung pada tempat-tempat tertentu seperti gua sudah berevolusi hingga saat ini dalam ilmu pengetahuan, namun akar dari permasalahan manusia yang harus dijawab seputar respon terhadap alam masih sama, dan perubahan dapat dilihat dari evolusi [1] tipologi bangunan yang dihasilkan. Sebuah bentuk bangunan memiliki alasan mengapa harus demikian.

Hal ini berkaitan dengan ketersediaan material dan teknologi bangunan yang berkembang atas sebuah material. Material dengan potensinya diaplikasikan dengan jenis konstruksi material dan teknologi bangunan yang berkembang dan sesuai dengan potensinya untuk diaplikasikan dengan konstruksi yang sesuai. Hal ini yang menjadi dasar mengapa sebuah bentukan bangunan terjadi.


Sebuah contoh yang paling sederhana, posisi gerak tubuh manusia yaitu berdiri, duduk dan tidur. Pada posisi duduk seorang manusia memerlukan alat untuk terbentuk untuk diduduki, apakah itu sebuah batu, potongan kayu ataupun sebuah kursi. Pilihan apakah ia menggunakan batu atau kursi dengan bentukan modern adalah hal yang dihasilkan melalui perbedaan penggunaan material dan teknologi. 

Contoh lain yang cukup nyata dalam perkembangan arsitektur dengan penggunaan kaca menunjukkan fakta bahwa setelah kaca menjadi material baru yang berpengaruh pada arsitektur, ia menjadi sumber daya untuk digali potensi materialnya dalam sistem konstruksi yang dapat dikembangkan atas material kaca tersebut. Pengetahuan material dan pengetahuan konstruksi adalah dua pondasi utama mengapa berbagai bentuk arsitektur terjadi dimana teknologi yang diaplikasikan pada sebuah material merupakan diversitas melalui berbagai variabel. Variabel ini bisa menjadi merupakan unsur geo-cultural dan diversitas pada teknologi bangunan atau sebuah material melulu di sebabkan karena perkembangan teknologi setempat yang kebanyakan terisolasi antara satu region geo-cultural ke region lainnya. 

THE HAGUE: Porters house of Clingendael Estate


Bagaimana manusia dalam sebuah region geo-cultural menganggap bahwa arsitektur semacam ini merupakan arsitektur terbaik, dapat dijelaskan melalui teori evolusi memetika berkaitan dengan material dan teknologi bangunan.

Bagaimana sebuah bentuk bangunan terwujud adalah resultan dari evolusi teknologi terhadap material. Memandang kenyataan ini apabila kita mengambil sudut pandang arsitektur tradisional, arsitektur modern atau jenis sebutan arsitektur lainnya oleh manusia, memiliki elemen pembentuk yang lebih kecil yaitu : material dan teknologi bangunan. Dalam konteks pemikiran saya ini bentuk-bentuk arsitektur tradisional merupakan contoh yang paling lugas dan jernih atas memahami akar tipologi bangunan. Ini menjelaskan kenyataan mengapa konstruksi dinding di Jepang berbeda dengan konstruksi dinding di Roma. 

Bukan suatu yang mustahil bahwa opsi memetika ini dapat “dipindahkan” (diadopsi dalam region geo-cultural lain) dari satu region geo-cultural ke geo-cultural lainnya. Namun biasanya aplikasi terhadap pilihan teknologi konstruksi arsitektural didasarkan pada memetika yang berkembang dalam sebuah region geo-cultural dan 'pemindahan' dapat menjadi fenomena yang meng-alienasi atau justru mengangkat derajat sebuah memetika kosakata arsitektur. Didalam evolusi memetika arsitektur tradisional, hal ini adalah sebuah faktor penentu apakah sebuah opsi terhadap bentukan arsitektural akibat pemilihan teknologi terhadap material umum diaplikasikan terhadap bangunan-bangunan dalam sebuah region geo-cultural. Dalam perspektif ini benar salahnya, umum tidaknya, sebuah bentukan arsitektural terjadi merupakan judgement akibat dari evolusi memetika itu sendiri.



GLOSSARY
evolusi: 
dalam Wikipedia:
In biology, evolution is change in the inherited traits of a population of organisms from one generation to the next. These changes are caused by a combination of three main processes: variation, reproduction, and selection. Genes that are passed on to an organism's offspring produce the inherited traits that are the basis of evolution. These traits vary within populations, with organisms showing heritable differences in their traits. When organisms reproduce, their offspring may have new or altered traits. These new traits arise in two main ways: either from mutations in genes, or from the transfer of genes between populations and between species. In species that reproduce sexually, new combinations of genes are also produced by genetic recombination, which can increase variation between organisms. Evolution occurs when these heritable differences become more common or rare in a population.

geo-cultural: wilayah / region perkembangan memetika arsitektur spesifik

memetika: Ilmu yang mempelajari meme (kode perilaku manusia) dalam ilmu kebudayaan yang disebarkan dalam model evolusi kebudayaan yang dikembangkan melalui pengembangan teori evolusi Darwin. 

FOOT NOTE
[1] Evolusi dalam konteks ini dapat dikaitkan langsung dengan model evolusi dalam biologi yang diaplikasikan dalam model evolusi memetika arsitektur.





Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Kirimkan artikel ke Web SAMM

Untuk lebih giatnya aktivitas dalam web SAMM, dan agar tulisan tidak monoton, mengapa tidak mengirimkan artikel dan bahasan Anda sendiri tentang arsitektur? Karena fungsi admin sebenarnya adalah menjembatani SAMM dengan internet dan khalayak arsitektur di seluruh Indonesia dengan SAMM dan web ini. Silahkan mengirimkan naskah artikel ke web SAMM dengan form ini (form akan masuk ke email pribadi admin, untuk sementara ini).

nama
email
judul
artikel
attach
attach
attach
attach
Image Verification
Please enter the text from the image
[ Refresh Image ] [ What's This? ]