*** Bedah buku oleh hma UB ( adalah telaah buku karya bapak Dr. Galih Wijdil Pangarsa DEA “ Arsitektur untuk kemanusiaan atas karya-karya bapak Eko Prawoto). Secara garis besar apa yang coba di paparkan dalam bedah buku ini adalah kajian ungkapan pertemuan adanya kesamaan niat pada karya Pak Eko Prawoto yang tidak membatasi pijakan pikir bahwa arsitektur bisa di lakukan dalam lingkup siapa saja, dalam tindakan ini karya-karya bapak Eko Prawoto mencoba menelurkan endapan emosi kemarjinalan obyek ruang bukan bentuk pada semua strata. Sementara endapan Emosi pemikiran Bapak Galih mencoba menjembatani adanya korelasi positif pada teori yang di gelutinya pada dunia kampus menjadi rujukan yang harus bisa di jabarkan lewat media karya yang obyektif harmonis berkemanusiaan
+++ Sebuah acara bedah buku yang mengungkap beberapa hal dibalik penulisan buku yang sarat dengan pengetahuan tentang karya pak Eko Prawoto yang selalu berpihak pada rakyat. Arsitektur yang partisipatorik hadir sebagai jawaban atas keringnya makna dan rasa dalam ber-arsitektur, yang berujung pada hasil karya yang kurang manusiawi. Acara ini berlangsung dengan dihadiri oleh para dosen dari berbagai Universitas di Malang, mahasiswa, Ketua IAI Malang pak Antung Harudji, dan sejawat SAMM yang antusias dengan apa yang disampaikan pak Galih. Karya telaah pak galih ini memang memberikan angin segar bagi pemikiran sejawat muda yang masih menggelora.
KUNJUNGAN KARYA SAMM
***
Hampir 5 tahun dedikasi sejawat samm mengalami berbagai gelombang pasang ,dimasa masa itu pula sejawat datang dan pergi silih berganti bak musim berbunga.
“Arsitek tanpa karya bak pohon tanpa buah, dalam event ini kita mencoba membuat event kunjungan karya dari sejawat sejawat samm . buah tanpa di kecap rasanya sama halnya karya arsitek tanpa pernah terapresiasikan kekhasan ruang rasa dari desain yang sembulkan ke permukaan karena karya arsitek adalah artefak zaman “.
Secara pribadi saya sanggat bangga dan bersyukur, kunjungan karya ini bisa menjadi ajang silaturrahmi karya, arsitek, mahasiswa/wi, klien dari lintas institusi ,lintas studio arsitek, tentang bagaimana karya arsitektur itu bisa di apresiasikan secara proporsional.
Dam mungkikah nanti ajang seperti ini bisa di gagas jadi cikal bakal sebagai wahana kritik arsitektur dari berbagai sudut pandang keilmuan antara seni , tehnik , humaniora dan psikoligi.
+++
Salah satu hal paling menyenangkan dari proses-proses ber-apresiasi arsitektur yang makin sering diadakan oleh SAMM di Malang dan di kota-kota lainnya, adalah antusiasme dan iklim apresiasi yang sangat tinggi di kalangan peminat arsitektur. Tak terkecuali dalam ke dua event arsitektur berupa open house yang diadakan oleh CDA dan Alesuga Ibi. Kedua desain dan bangunan yang di open house kan kali ini memang cukup tinggi nilai maupun skalanya dilihat dari project-project yang biasa dibangun di kota Malang.
RUMAH PAK ANDA KARYA CDA STUDIO
*** Rumah karya CDA ini cukup mengesankan dengan bahasa purishnya, akomodasi atap ala keharusan araya tersiasati dg komposisi yang proporsional, permainan volume ruang dan rongganya juga menghasilkan fasad yang sangat interest dengan lingkungan .
Komposisi ruang dalam pada rumah desain CDA kali ini mengalami kemajuan dalam olah rasa suasana kepentingan fungsinya yang tetap terjaga.
Beberapa foto bangunan. Tampak dalam foto2 ini; arsitek Aditya Lantip (Bunder) foto ke-empat. Arsitek Nino Haris pada foto ke-9
+++ Rumah ini tampaknya mewakili semangat baru CDA (Nino Haris dan Aditya Lantip) yang sangat berbeda dari karya sebelumnya yang juga di open house-kan. Dengan tampilan depan yang atraktif dengan seruang balkon berkisi-kisi, tampaknya langsung menyita perhatian begitu mendekati bangunan rumah ini. Permainan garis dan bidang berpadu dengan penggunaan material yang cukup menarik.
Para peserta open house diajak untuk berkeliling dan memasuki rumah ini untuk kemudian mendengarkan penjelasan Nino, dalam rumah yang sudah dihuni sehingga terdapat beberapa perabot awal. Nino menjelaskan bahwa yang paling disukainya pada desain ini adalah 'keterbukaan' pada rumah, yang terlihat pada beberapa aspek desain seperti bukaan dan lubang-lubang.
Beberapa foto saat Nino Haris presentasi open house. Samoke (foto keempat deretan diatas)
Nino Haris (foto kelima)
Secara subyektif dari penulis, yang cukup menarik dari rumah ini adalah balkon yang twisted (terpelintir) dengan lengkungan sisi yang tak lazim. Menurut Nino ini dihadirkan sebagai unsur feminim dari rumah yang cenderung memuat banyak unsur box yang maskulin. Desain ini juga menawan dengan tampilan kisi-kisi secondary skin-nya yang berperan menyejukkan area sekitar rumah ini. Misalnya di lantai 2 pada area taman diatas atap, terasa makin sejuk dengan naungan kisi-kisi yang menyerupai ruang dibawah pohon rindang.
Hadirnya taman diatas atap juga merupakan hal yang belum lazim dalam desain-desain di Malang, sehingga memberikan wawasan baru, terutama bagi mahasiswa-mahasiswi yang turut hadir.
Tak hanya diluar, bagian dalam juga menyiratkan komposisi desain Nino dan Bunder (Aditya Lantip) dalam CDA yang berkualitas tinggi. Kejutan dalam desain seperti desain railing tangga yang 'twisted' juga menjadi hal yang menarik. Selain inovasi pencahayaan dalam ruang.
RUMAH DAN KANDANG KUDA KARYA ALE SUGA IBI
*** Maskulin paras fasadnya , julur melintang ruas-ruas baja, gurat hitam kokoh batu alam, melayang sosok bak ujung geladak belakang dewaruci, simpang melintang tersambung jalan di kepala berujung di ruang mushala, semerbak kas bau sibetina , terekam derik-derik lengking kuda ,…..dan berakhir di hampar hijau julur-julur daun tebu…..itulah sebait puisi buat karya ini
+++ Ranch house ini menarik perhatian sejak dari belokan jalan utama tempatnya berdiri. Bangunan putih dengan garis-garis yang mewarnai kondisi rural setting tempat ini, seakan menjadi sebuah oase. Dengan tanpa dinding masif pagar yang memisahkan jalan, namun cukup dengan jajaran pohon bambu dan vegetasi lainnya, Ranch house ini hadir sebagai seperti sebuah gerbang...
Gerbang menuju apa? Mungkin bisa terjawab setelah memasuki area ranch house... pemandangan elok sekitar yang ditumbuhi oleh hijau padang rumput tempat kuda-kuda berlarian... Memanjakan mata dan diakhiri oleh garis-garis lembut gunung-gunung yang mengitari kota Malang.
Beberapa foto saat open house. Foto ke empat: Arsitek Suga Ibi. Foto paling bawah: Ale Suga Ibi (Agus, kaos hitam) sedang di 'public interview' oleh Nino Haris dan rekan-rekan SAMM
Salah satu kekuatan utama desain bangunan ranch house sekaligus rumah tempat tinggal pemiliknya ini adalah pengetahuan struktur arsiteknya yang cukup memadai. Hal ini karena jarang-jarang kita menemukan struktur baja untuk penyangga bangunan rumah tinggal seperti ini. Pengetahuan struktur Agus (Alesuga) Ibi jelas ditampakkan melalui bangunan ini.
Garis-garis tegas, maskulin, dan sederhana menyiratkan pribadi arsiteknya juga. Unsur material yang selalu terlihat jelas melalui tekstur permukaan yang sengaja ditampakkan juga merupakan karakter yang memperkuat bangunan secara keseluruhan.
DEGAP NASIONALISME DI RUANG PAMER IAI AWARD 2008.
*** Disudut ruang, memanjang tergantung tersanding abtrak lukisan, setia meja bundar di temani 2 warna 4kursi ala tobias dalgado, bening raut dingin ambalan meja kaca, ku letakkan notebook di atasnnya. Tafakur sejenak entah apa terpikir olehku tuk memulai menulis pameran ini….hingga 13 menit rasanya terdiam memandang juling mataku ke perspektiv ruang pameran ini, di tengah ruangan berjejer 4 sekat pameran IAI di kelilingi 2000 lebih buku buku tua koleksi Soekarno, …berkaca-kaca terkatup berucap dalam hati , pelan perlahan daya pikir mengerakan jari jemariku menari santun tertatih bak bayi belajar berjalan takut akan langkahnya dan jatuh…..tiba-tiba hentakan CAPS LOCK menghentikan nalar ide, karena jentik tangan kiri ini menyentuh tak sengaja pertanda jeda pikir tak setuju. Dan aku tertegun melangkah mendekat ke salah satu deretan koleksi buku sukarno,…………terbaca olehku MAHATMA GANDHI “ negaraku adalah kemanusiaanku “.
PAMERAN IAI AWARD 2008
*** IAI AWARD tahun 2008 adalah penghargaan karya arsitektur yang mencoba memberi aras baru dalam khasanah pengkategorian karya, berbeda dengan IAI AWARD sebelumnya, dulu IAI AWARD didasarkan berkecenderungan ke fungsi ,tetapi IAI AWARD sekarang lebih pd muatan pengkategorian berdasarkan aspek hubungan kultur antara karya, klien, arsitek, lingkungan. Maka dari sanalah di butuhkan sosialisasi ke berbagai lapisan pemerhati arsitektur.
Dan pameran IAI AWARD 2008 kali ini yang di adakan oleh sejawat SAMM (spirit arsitek muda malang ) bekerja sama dengan adanya bedah buku ‘ Arsitektur untuk kemanusiaan’ oleh HMA univ. Brwijaya dan tokobuku Toga Mas, adalah dalam rangka sosialisai dan publikasi di kota Malang.
Foto suasana pameran. Foto pertama: bersama tim sejawat mahasiswa Universitas Brawijaya.
Kenapa kota Malang…. Karena kami tidak ingin tertinggal dalam gerbong terakhir kereta perkembangan Arsitektur Indonesia.
PAMERAN IAI AWARD 2008 ADALAH CAMBUK BUAT IAI cabang MALANG
*** Pemeran IAI AWARD 2008 di kota Malang kali ini serasa penuh makna sejarah, bagi kalayak pemerhati arsitektur kota malang, karena ini baru pertama kalinya di adakan, dan menjadi ironis karena pameran ini bukan di adakan oleh IAI cabang malang yang notabenya seharusnya mereka yang menjadi ujung tombak di daerah dalam pemberdayaan dan penginformasian tentang wacana arsitektur bagi anggota IAI dan masyarakat kota malang. Ini adalah CAMBUK bagi Keberadaan IAI cabang Malang, bahwa keberadaan IAI sekarang ini hanya pada tataran stempel acara institusi lain atau hanya stempel professional SKA yang pada kenyataanya SKA arsitek banyak di gunakan dalam sewa- menyewa kelengkapan projek saja, sedangkan masalah dedikasi SKA dlm organisasi di IAI adalah nol besar, apalagi dalam desain yang bisa memberi nafas arsitektur Indonesia. Sangatlah tidak mungkin kalo niatnya sudah tidak pada relnya. mungkin ini adalah salah satu sebab kenapa organisasi IAI daerah yang notabennya Profesinal mandek dan tak berjalan.
Yang lebih ironis lagi adalah etika ketika diadakan sarasehan arsitektur di saat penutupan pameran IAI award 2008 , sarasehan itu di hadiri akademisi dari UNIBRAW, UNMER, ITN, UIN, STTM, ITS, praktisi juga mahasiswa, tidak ada satupun hadirin di forum itu yang mewakili IAI cabang malang , padahal undangan sudah dengan hormat sampai dengan kata salam di pintu rumah,……maka dari itu sudah saatnya mari kita intropeksi mau kemana atribut Profesional pada lebel SKA arsitek , dan mau di bawa kemana asosiasi organisasi IAI cabang Malang kalau bukan untuk informasi dedikasi laku Arsitektur di kota malang.
*** Sarasehan arsitektur ini diadakan dengan maksud konsolidasi para pemerhati arsitektur di kota malang raya, dengan mengundang Mahasiswa, Akademisi, Praktisi, IAI cabang Malang, dengan tema “Malang : menyongsong pembaharuan Arsitektur dan kota”, muatan yang di kandung dalam sarasehan ini adalah ajakan dari sejawat samm untuk bergerak bersama berdedikasi bersama lewat acara dan event bersama di kota malang.
Dengan pembicara Prof.Dr.Ir Josep Prijotomo dan Dr. Ir Galih Wijhil P. DEA yang nota bennya sangat konsen terhadap event arsitektur di Indonesia.
foto atas: mbak Reni sbg MC, Nino Haris dan Samoke sbg moderator.
Pak Joseph saat memberikan penjelasan dalam suasana informal.
Pak Galih Widjil Pangarsa dalam menjelaskan
Dalam paparanya, beliau mengharapkan dengan adanya acara Pameran IAI AWARD 2008 ini bisa memacu semangat berarsitektur di kota malang dari berbagai sisi berpartisipasi dalam ranah masing masing. Dan bila ada ujung tombak perbaikan informasi dan komunikasi arsitektur yang baik di kota malang , kita mnengharapkan keberadaan IAI cabang malang bisa berperan lebih mengakomodasi event arsitektur di kota malang raya.
Penulis artikel (lihat tanda *** dan +++ berarti ditulis oleh)

*** sam oke / ruangisis / 7 mei 2008 / tokobuku togamas lt3 malang / 12.39 wib.
Penulis artikel n photographer:
+++ Probo Hindarto / www.astudioarchitect.com / whenever / wherever / I am
________________________________________________
© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]





























