Senin, Maret 15

Ngobrol bambu di saung Suga Ibi (16 maret 2010)


Malam ini kita bertamu ditempat suga Ibi di studionya yang terbuka ditengah lahan cukup luas ditengah kota Malang yang sejuk. Cenderung dingin malah, kita bersua kembali setelah lama sekali tidak bertemu, dan di lahan Suga sudah berdiri satu saung yang mirip seperti dapur dan ruang makan, seperti sebuah warung. Suga ibi membuatnya dari bambu, dan kayu ulin. Tidak tampak begitu jelas awalnya sehingga beberapa waktu terlihat mulai jelas bentuk saung ini. Satu persatu sejawat SAMM datang dan mulai membuat minum dan makan suguhan yang disiapkan Suga dan istrinya, serta martabak manis bawaan mbak Reni.


Suga menjelaskan tentang proyek barunya, yaitu kandang sapi. Yup, sebuah kandang sapi dengan kantor dan sebagainya, yang tentunya terbuat dari bambu, kayu dan baja. Tapi tidak ada gambar atau foto yang dipresentasikan disini. Suga belum menunjukkan fotonya.



Kandang sapi? Iya. Seluas beberapa hektar yang dibuat dari struktur bambu, dengan dilengkapi banyak fasilitas peternakan sapi. Ini adalah kandang sapi terbaik di seluruh Indonesia, merupakan proyek percontohan peternak sapi australia.

Peternakan ini menampung puluhan hingga ratusan ribu sapi, dengan angka penjualan sapi berkisar 50.000 sapi perbulan. Tidak mengherankan bahwa peternakan yang ada harus melalui desain yang berdasarkan kontrol mutu. Desain dibuat oleh arsitek, yang tentunya tidak bisa dengan sembarang standar saja, standarnya adalah standar peternakan sapi.



Pelajaran tentang bambu yang diberikan oleh Suga kali ini, adalah pengalamannya dalam mengolah bambu sehingga siap digunakan untuk proyek sebesar ini. Suga mencoba untuk memakai cara yang disarankan oleh Budi Pradono dengan cara merebus bambu hingga 12 jam untuk menghilangkan karbohidrat dan protein dalam bambu, tetapi entah bagaimana bambu ini justru melunak dan tidak bisa digunakan karena dengan cepat dimakan bubuk (rayap bambu). Air bekas rebusan bambu berbau harum seperti rebusan tebu, menurut Suga.

Faktor yang mendasari pemilihan bambu juga menjadi faktor penting, mengingat bambunya ditebang saat musim hujan sehingga kadar airnya tinggi. Secara umum kondisi bambu saat ditebang dan digunakan ini tidak terlalu favourable. Akhirnya cara yang ditempuh Suga Ibi adalah dengan melumuri bambu dengan solar. Untuk bagian dalamnya diberikan solar juga dengan cara disuntikkan. Solar ini menghalangi hama bambu dari memakan bambu ini sehingga awet. Cara ini juga menjadikan bambu lebih terlihat mengkilap.



Pada waktu saya memasuki bangunan saung bambu Suga ini, bau solar juga tercium, tapi entah mengapa menjadi satu dengan suasananya yang asri itu.

Mengingat hadir di SAMM ketua IAI Malang Nino Haris Wibisono, dia menyematkan penghargaan berupa pin pada Suga. Beberapa hal tentang IAI Malang juga disampaikan disini berupa saran untuk kinerja IAI agar lebih baik lagi.







Penulis dan Fotografer: Probo Hindarto
www.astudioarchitect.com 


Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Rabu, Agustus 26

Diskusi tentang ruang - dalam ruang angan arsitek

Ditulis oleh Probo Hindarto berdasarkan hasil diskusi --
Baru-baru ini saya melakukan diskusi kecil dengan rekan Samoke dan Suga Ibi disebuah lahan kosong punya Suga Ibi dimana terdapat kolam ikan yang cukup besar berukuran sekitar 15x5 meter. Pada siang hari yang tidak terik, hanya mendung saja, dibawah ruang tenda dengan kursi yang katanya merupakan 'produk gagal' hasil desain Samoke, yang menurut saya cukup keren... (hanya perlu sentuhan lagi Sam :). Nama Samoke adalah kebalikan dari "Mas Eko", karena kebiasaan 'bahasa walikan' atau bahasa yang dibalik. Tema kali ini membahas tentang makna 'ruang' dari sudut pandang arsitek, berhubung kami bertiga adalah praktisi, jadi kami berdialog dalam ranah praktisi arsitek. Dalam tulisan ini, saya mencoba menambahkan dengan beberapa pandangan lain dari dunia akademis sehingga lebih lengkap.



PENDAPAT SAYA TERKAIT PENGERTIAN RUANG DIKAITKAN DENGAN BEBERAPA FILSUF YANG SUDAH MENDEFINISIKANNYA

"Ruang" adalah sesuatu yang selalu berhubungan dengan arsitektur. Bila Anda seorang arsitek, maka makna ruang adalah termasuk paling penting dalam proses desain, hingga sebuah bangunan terwujud. Karena pada dasarnya kita berhubungan dengan 'ruang' bila bicara arsitektur.

Filsuf Leibniz menyatakan bahwa ruang adalah hubungan sebuah obyek dengan obyek lainnya, sehingga tercipta sebuah koneksi. Sebuah obyek individual tanpa relasi dengan obyek lainnya tidak dapat dikatakan memiliki ruang. Setidaknya sebagai sebuah obyek dengan material yang nyata bukan hanya ukuran dimensi, obyek dalam ruang tidak bisa tidak, harus memiliki relasi dengan obyek lainnya dan dengan demikian memiliki parameter untuk dikatakan sebagai ruang (semoga saya tidak salah mengartikan pendapat Leibniz ini ya).

Filsuf yang lebih baru yaitu Emmanuel Kant mengatakan bahwa ruang bukanlah sebuah koneksi antar obyek, melainkan adalah konsep sistematis untuk menjelaskan pengalaman (experiences) melalui pengamatan obyektif. Sedangkan






Fisikawan yang hampir mendekati filsuf melalui teori fisikanya yaitu Einstein mengambil teori relativitas dimana ruang dan waktu adalah tak terpisahkan, dimana hubungan antar obyek itu relatif, berhubungan dengan pergerakannya (pada dasarnya kita berada dalam kosmik yang bergerak). Mudah-mudahan kita bisa memahami apa yang baru saja saya tuliskan :)

Dalam konteks arsitektur, pendapat ketiga tokoh diatas dapat kita jabarkan sebagai berikut:

- Leibniz: Ruang adalah sesuatu yang diakibatkan oleh hubungan antar obyek. Misalnya, saya ada dalam ruangan ini, karena saya sebagai entitas, memiliki hubungan dengan ruang ini sebagai dua obyek yang berbeda.
- Kant: Ruang adalah konsep sistematis yang sebenarnya diciptakan dalam pikiran kita untuk menjelaskan persepsi yang diterima akibat sensasi panca indera dengan hal-hal lain yang berhubungan dengan kita sebagai subyek. Misalnya: Apa yang saya rasakan tentang ruang ini akan berbeda dengan Anda, karena saya memiliki konsep yang berbeda untuk menjelaskan ruang dibandingkan konsep Anda tentang ruang.
- Einstein: Ruang diakibatkan oleh pergerakan obyek dimana konsep ruang sifatnya relatif, yang mengakibatkan perbedaan waktu yang dialami oleh masing-masing obyek. Misalnya: Apa yang saya rasakan dalam ruangan ini, akan berbeda dengan apa yang Anda rasakan, karena masing-masing dari kita bergerak dalam sistem ruang dan waktu yang berbeda.

Bila kita lihat melalui pemahaman saya diatas tentang pendapat beberapa filsuf, maka bisa kita simpulkan bahwa ruang itu selalu berbeda bagi setiap orang, atau setiap manusia yang berada didalamnya. Saat saya berada di hall A, dan Anda juga berada di hall A, apa yang kita alami adalah sama sekali berbeda. Dalam hal ini, pengertian ruang yang lebih kompleks dapat dijabarkan melalui teori relativitas Einstein. Tapi, arsitek bukanlah seorang fisikawan, melainkan seorang yang memperagakan dalam parodi kehidupan, bagaimana membuat filsafat tentang ruang menjadi nyata dalam rancangan arsitektur.


Ruang terbuka lahan kosong Suga Ibi dengan kolam dan tenda biru sederhananya, serta kursi-kursi desain Samoke


DALAM PEMBICARAAN SAYA, SAMOKE DAN SUGA IBI
Dalam dunia arsitektur, ruang lebih diidentifikasi sebagai sebuah kesadaran akan kondisi lokal yang melingkupi pengguna ruang tersebut. Dalam pembicaraan ini, kami mulai mengupas tentang apa itu ruang, yang sangat penting dalam arsitektur. Ruang bisa berarti banyak hal, ruang dalam konteks kamar-kamar rumah, ruang hall, ruang rapat, ruang terbuka hijau, atau mungkin ruang yang tidak nyata, seperti ruang batin, ruang pemikiran, dan sebagainya. Dalam pembicaraan ini, kami ingin mengungkapkan, setidaknya melalui kata-kata, definisi ruang atau space.

Baik saya, Samoke dan Suga Ibi mulai membuat definisi awal tentang ruang.

SUGA IBI
Definisi ruang adalah ”apa yang bisa kita rasakan dengan batas indera kita, indera perasa, indera penglihatan, indera pendengaran dan sebagainya. Dalam contoh ruang yang sedang kami rasakan saat ini, kami bisa mendengar suara burung berkicau, yang melengkapi sebuah ruang. Apakah sebuah ruang itu tinggi, rendah, pendek, atau apapun itu tidak masalah. Misalnya: ruang angkasa tidak bisa terkira, tapi dengan 'merasakan' melalui batas nalar kita, kita mengetahui ada yang disebut sebagai 'ruang' angkasa.

Suga Ibi ditemani minuman sederhana dan 'pohung keju' hangat yang sempat kami beli di jalan sebelum ngobrol disini.

Dalam konteks ruang yang lebih besar ada ruang kota, ruang negeri, dan ruang yang lainnya. Ruang itu pada akhirnya adalah sebuah batas. Bila kita berpikiran ruang dalam rumah, maka berupa kamar kamar. Tapi begitu kita berpikir tentang ruang tata kota, misalnya, maka kita berpikir tentang ruang yang lebih besar, dan begitu seterusnya. Ruang yang dihasilkan bisa dirasakan sebagai sensasi ruang yang diharapkan, secara fisik dan psikologis, dalam skala ruang kecil maupun ruang yang lebih besar seperti ruang kota. Ruang yang dirasakan oleh arsitek lebih bisa terdefinisikan, seperti ruang yang aman, ruang yang nyaman. Hal ini berbeda dari ruang dalam sastra, seni, ekonomi, dan sebagainya.

Adalah merupakan tugas arsitek untuk membuat ruang itu terasa seperti apa. Apakah kita merasa tertekan dengan kehadiran sebuah ruang, ataukah ruang bisa dibuat atau didesain agar ia terasa terbuka, dan sebagainya.

PROBO HINDARTO
"Ruang adalah sesuatu yang bisa diisi". Arsitektur adalah seni yang bisa diwujudkan (berdimensi). Sebuah ruang dalam arsitektur yang dihasilkan oleh arsitek, tidak bisa begitu saja lahir tanpa pemahaman tentang ruang dan elemen-elemen lain yang berhubungan dengannya. Sebut saja elemen lain ini seperti kondisi sosial, ekonomi maupun kejiwaan dalam hubungan antar individu yang terlibat dan antar individu dan lingkungannya.

Sebelum merancang, sebaiknya arsitek memiliki imajinasi dan pengetahuan tentang ruang, baik imajiner maupun ruang tempat perubahan akibat arsitektur yang akan terjadi. Arsitek harus mereka-reka terlebih dahulu sebuah ruang melalui alat yang didapat dari pengalaman inderawi untuk menghasilkan ruang yang lebih ideal. Inilah yang dilakukan dalam proses desain melalui proses men-sketsa, menggambar dan membuat maket. Sebuah maket merupakan replika ruang dalam bentuk yang kecil, dan lebih mewakili ruang yang ingin kita ciptakan, karena maket berada dalam dimensi yang sama dengan yang kita rasakan saat ini (tidak hanya sekedar gambar).

Stonehenge

Hubungan dengan alam adalah penting, karena alam, memiliki kesan ruang yang un-predictable (tidak terkontrol), sedangkan arsitektur itu dibuat agar ruang menjadi ’predictable’ (terkontrol). Ini adalah sifat dasar manusia untuk mempertahankan teritori atau batasan ruang dengan menciptakan batasan yang dapat dikuasainya, dengan kata lain: 'diatur'.

Bila kita terlalu membebaskan alam untuk mengejutkan kita dengan kesan2 ruang yang terlalu liar, maka ruang arsitektur yang seharusnya 'predictable' itu tidak menjadi ruang yang secure (aman), karena kita sebagai manusia secara biologis membutuhkan ruang untuk membatasi kita dengan berbagai gangguan alam. Tingkat ideal sebuah ruang akhirnya ditentukan oleh gagasan awal dari imajinasi, dan hasil arsitektur terbangun yang dicoba dihasilkan oleh sang arsitek. Hal ini ditentukan oleh pengetahuan dan cara mengimplementasikan sebuah konsep desain yang dimiliki oleh arsitek berdasarkan misi yang diembannya terhadap sebuah project.

SAMOKE
"Ruang adalah dimensi suasana yang batasannya bisa kita jangkau", itulah logikanya. ”Sesuatu yang tertangkap, melalui indera kita”. Ruang itu batas, apakah itu besar atau kecil, adalah sebatas kita melihat. Semampu kita saat mendengar, menggema, sesuai apa yang bisa tertangkap oleh indera kita. Dalam arsitektur, kita mendefinisikan ruang melalui karya arsitektur. Misalnya ruang ATM itu kecil tapi dia terasa sejuk, atau ruang hall yang besar tapi dia terasa sumpek.

Setelah kita berpraktisi sebagai arsitek, maka pemahaman kita sebagai arsitek akan lebih dalam, tidak lagi seperti saat kita berhadapan dengan kertas dan pena dalam dunia akademis. Hal ini mengingatkan kita bahwa pendidikan arsitektur saat ini masih selalu berkutat pada ruang sebagai 'bentuk', bukan ruang dengan 'skala'. Tradisi dari ruang angan menuju ruang rekaan seharusnya dibarengi dengan bahasa akademis yang sifatnya klausalitas. Mestinya jika diajarkan tentang skala, maka harus diajarkan tentang niskala. Bila diajarkan tentang concrete, maka harus diajarkan yang concave.

Street Barber / Indonesia, Yogyakarta
Ruang yang terjadi, akibat selembar plastik biru yang membentuk sedikit pengatapan yang terlihat rapuh, dan menyandarkan diri pada realitas yang jauh lebih besar dalam ruang publik kota.

Penehgahnya adalah tingkat rekaan sosial, yaitu sejauh mana secara individual calon arsitek maupun arsitek memiliki rekaan sosial yang bisa diwujudkan dalam desain. Sejauh mana ia memiliki pengetahuan tentang kondisi sosial disekitarnya. Artinya, ruang dalam arsitektur lebih luas saat kita berpraktek. Menurut pak Eko Prawoto, disinilah peran arsitek dalam menghasilkan rancangan arsitektur, seperti memperhatikan arsitektur tropis. Seharusnya arsitektur tropis itu lebih banyak ruang luarnya daripada ruang dalamnya.

Misalnya, sebuah ruang yang kita tempati untuk berbincang saat ini (tanah kosong milik Suga Ibi), bisa membuat kita melakukan sesuatu secara terus menerus karena kondisinya yang tidak mengekang, tidak membuat kita pasif dalam duduk diam, atau tidur, atau tidak melakukan apapun. Wujudnya bisa ruang komunal, ruang genial (ruang yang menghidupkan). Sayangnya saat ini, tidak banyak lagi ruang alun alun, atau jalan yang menampung konsep konsep ruang genial. Ruang genial selalu membangkitkan orang untuk beraktivitas, secara sosial dan saling mendukung.

Terminologi Samoke: Ruang angan dan Ruang rekaan
Ruang angan adalah ruang yang ’dikhayalkan’ dulu oleh perancang (didalam imajinasi perancang), kemudian diawali dalam ruang rekaan (arsitektur yang dilahirkan ke dunia) sebagai sketsa. Ruang angan, untuk menuju ruang rekaan adalah sebuah seni yang diaplikasikan. Perbedaan arsitek dan seniman adalah adanya dimensi yang bisa diwujudkan.

Ruang angan dan ruang rekaan itu menjadi lebih penting, karena itu awal dari sebuah idealisme. Misalnya ada seorang arsitek ingin membuat ruang arsitektur yang seperti stasiun MIRR, maka untuk membuat sebuah arsitektur yang seperti itu kita membutuhkan awalan dalam ruang angan, sebelum ia diwujudkan dalam ruang rekaan.

Seharusnya arsitek akan menemukan ruang rekaan yang ideal ketika ia dalam ber-ruang angan dan ber-ruang rekaan dapat menyerap semaksimal mungkin lokasi desain yang akan dibuat. mendesain sebuah ruang. Artinya; seorang arsitek akan lebih baik dalam mendesain, ketika ia tahu benar kondisi lokasi dimana karya arsitekturnya akan dibangun. Kekuatan rekaan ruang rasa itu menjadi penentu berhasil tidaknya sebuah ruang menjadi ruang rekaan yang ideal.


KESIMPULAN
Ruang, sebagai salah satu dimensi paling berpengaruh dalam arsitektur, terasa sangat berbeda dalam konteks seni yang bisa diwujudkan ini, bila dibandingkan dengan konsep ruang menurut matematika dan filsafat. Untuk membuat sebuah ruang memiliki makna lebih dari sekedar boks 3x4m, dengan plafon dan lantai, adalah merupakan tugas arsitek... Mungkin juga lebih dari itu.... penciptaan ruang batin yang terjadi dalam diri seorang penderita, yaitu pengguna rancangan kita.

Konteks ruang dalam pandangan masing-masing praktisi boleh jadi berbeda, seperti yang terjadi dalam pandangan saya, Samoke dan Suga Ibi. Meskipun pada dasarnya menuju pada sebuah kesimpulan yang tidak jauh berbeda. Barangkali hal ini, karena kami punya ruang pemikiran yang berbeda, dan ruang gerak yang (sempat) berbeda. Meminjam dan mengubah sedikit terminologi Samoke.





Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Kamis, Agustus 20

Proses Berpikir Arsitektur bukan Intuitif

Tulisan oleh mas Pindo Tutuko
Salah seorang pengajar
di Arsitektur Universitas Merdeka
Malang

email: pindo[at]yahoo.com

 

Arsitektur adalah jembatan antara “art” dan “sains”, “manusia” dan “alam”. Dengan semakin meningkatnya kompleksitas dan perubahan pandangan dalam pembentukan lingkungan “Physic” dan “Behaviour” manusia, kebutuhan baru sebagai pelengkap sangat diperlukan dalam pendidikan arsitektur dan profesi perencanaan/perancangan. Dalam usaha memenuhi tantangan ini, pendidikan arsitektur harus dipersiapkan hingga mahasiswa mampu membuat keputusan yang “komunikatif”  (secara obyektif) dan “ responsif” (secara subyektif) kepada perubahan yang dinamis yang ada pada manusia dan lingkungannya. Oleh sebab itu perlu sekali mempertimbangkan dan memberikan respon secara serius kepada masalah-masalah yang ada dalam lingkungan terbina (the build environment).






Perencanaan dan perancangan Arsitektural yang optimum berarti optimum pula secara “art” dan “sains” , secara “kualitatif” dan “kuantitatif”
Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan akurat memberi acuan (stimuli) kepada penggunaan sistem informatika (komputer) guna mendapatkan hasil yang lebih “pasti” dan “teliti” dan tidak lagi mengandalkan hal-hal yang “praktis” dan “asumsi”. Kemantapan karya Arsitektur dapat ditingkatkan dan menjadi lebih dapat dipertanggung-jawabkan dengan meyakini semua kaidah yang harus terkait disertai “teori” yang lebih mantap.

Arsitektur sebagai suatu proses

Secara umum Arsitektural Programming melibatkan aktivitas mengindikasi persoalan (Problem seeking) yang telah dipisahkan dari proses kreativitas dalam perancangan fisik. Pendapat lama programming dan desain harus dipisahkan sama sekali berdasarkan pengertian bahwa pengenalan penyelesaian fisik akan memberikan praduga obyektifitas definisi dari masalah pada proses.
Apabila penyelesain Perancangan telah dipikirkan terlebih dahulu padahal masalahnya sendiri secara keseluruhan belum dianalisa, maka tidak akan ada penelaahan permasalahan yang selanjutnya akan berkakibat hilangnya logika ( sanoff, 1977). Oleh sebab itu programming dan aktivitas  perancangan sebaiknya dipertimbangkan bersama-sama dan saling mengisi. Ini berarti bahwa proses perancangan harus dilihat secara menyeluruh dan menjadi satu.
Programming dan komponen-komponen untuk evaluasi dari proses menjadi satu dan tidak sebagai aktivitas yang terpisah. Informasi yang masuk ke dalam proses adalah menerus dan berlanjut sebagai aspek yang tumbuh dalam proses. Setiap bagian pada setiap saat tidak dapat berdiri sendiri secara analitis dan intuitif.
          


                                                                                                                                                
Keterangan :
  • Kelompok A berisi keahlian arsitek dan daya imajinasinya.
  • Kelompok B terdapat masalah “manusia dan kehidupannya” di satu pihak dan “persoalan fisik, ekonomi, dan keadaan politik” di lain pihak. Biasanya sebagian dari persoalan ini dalam bentuk ringkasan, hasil observasi atau pengalaman.
  • Kelompok C terdiri dari urutan data yang harus dicari dan diangkat sebagai suatu masalah, misalnya kebijakan pemerintah, hal-hal yang tak terduga misalnya: moneter.
Hal-hal yang sifatnya asumsi sebanyak mungkin dikurangi dan pada hasil akhir diharapkan semuanya telah terukur dengan baik walau mungkin masih ada beberapa yang masih belum bisa terukurkan.

Perancangan (Desain) Sebagai “Problem Solving”

Perancangan dapat berarti sebagai sebuah problem solving (proses penyelesaian masalah). Persoalan yang dihadapi perancang ialah bagaimana menghasilkan sebuah rancangan yang mampu dipakai sebagai petunjuk merealisir bentuk suatu fasilitas pada suatu lokasi.
Bentuk dan isi dari desain tidak diketahui terlebih dahulu, sebab kalau sudah diketahui terlebih dahulu berarti tidak perlu ada perancangan, sebab tidak ada permasalahan. Disinilah letak diperlukannya suatu proses. Proses arsitektur tidak sekedar intuisi tanpa logika, berbeda dengan “art” dimana hampir dari seluruh proses didominasi oleh intuisi walaupun pada perkembangan akhir dari “art” sendiri juga menuntut adanya logika.
Perancangan merupakan suatu problem solving yang berbeda sama sekali dengan problem solving dibidang lain. Di perancangan akan terlibat dua masalah yang mempunyai karakter bertolak belakang yaitu: “art” dan “sains”. “Art” dalam hal ini mempunyai nilai kualitatif sedangkan “sains” mempunyai nilai kuantitatif. “Sains” yang mempunyai nilai kualitatif harus benar-benar diselesaikan dengan teori yang benar, tidak benar apabila hanya diasumsikan. 











Tetap semangat!
________________________________________________


© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Kamis, Agustus 13

Pertemuan berkala SAMM. Pandangan ketua IAI baru dan presentasi software ECOTECT

Pertemuan ini adalah pertemuan setelah kemarin anak anak SAMM sibuk dengan persiapan dan penyelenggaraan Muscab IAI Malang sekaligus memberikan support bagi "Nino" Haris Wibisono yang mencalonkan diri menjadi ketua IAI Malang. Hasilnya, Nino terpilih menjadi ketua IAI Cabang Malang. Setelah sebuah drama yang tegang dalam Muscab IAI Malang beberapa waktu lalu. Kesempatan Muscab IAI Malang kemarin benar benar digunakan untuk membuat perubahan dengan khas gaya anak muda yang menginterupsi jalannya sidang yang dipandang tidak dapat menyarakan semua anggota IAI.

Beberapa anggota IAI yang baru dalam perdebatan yang melibatkan beberapa sejawat SAMM seperti Samoke dan Chotob, mempertanyakan kondisi iklim IAI yang tidak kondusif dan dianggap sebagai organisasi yang tidak transparan. Seorang yang termasuk anggota dalam jabatan IAI paling awal juga menyatakan kekecewaannya dengan kepengurusan IAI sebelum Nino. Alhasil, dalam pemilihan ketua kemarin, Nino terpilih menjadi ketua.

Berikut ini beberapa diskusi dan pembicaraan dalam pertemuan rutin SAMM ini.


NINO
Ketua IAI termuda seluruh Indonesia
Lajang, banyak pacar... hehehe..

piss!....... (comment Samoke)


Nino waktu menjelaskan, dan penulis waktu mengetik (Narcis ^_^)

Sebagai ketua terpilih baru IAI, Nino memberikan pandangannya setelah beberapa waktu disibukkan oleh kegiatan mempersiapkan pemilihan ketua IAI Malang. Nino memberikan penjelasan tentang agen da yang akan dilakukan setelah dia terpilih menjadi ketua IAI Malang. Dalam pertemuan kali ini sejawat SAMM diberi gambaran tentang struktur organisasi IAI yang diharapkan pada saat ini bentang kiprah sejawat menjadi lebih lebar dengan terbukanya jalan dalam perubahan besar IAI Malang setelah terjadi kevakuman kegiatan yang menjadikan IAI mundur dalam periode sebelumnya.

Dalam kesempatan ini Nino menyebutkan beberapa personel yang akan mengisi kepengurusan IAI Malang dengan berbagai fungsionalnya. Nino juga memiliki agenda untuk roadshow ke kampus kampus yang mana diusahakan terjaring pengurus dalam badan organisasi sekaligus memberikan pengetahuan tentang IAI dan perannya bagi arsitek. Komposisi pengurus IAI Malang disebutkan Nino sebagai komposisi dari orang orang yang memiliki pengetahuan terhadap bidang dan posisi yang diembannya.



Nino memiliki pandangan untuk membuka pandangan yang lebih moderat dan baru, dengan situasi organisasi yang lebih profesional. Mau tidak mau sejawat SAMM dituntut untuk menjadi penggerak dan motor dari IAI yang sempat lumpuh beberapa waktu ini. Sebagaimana IAI Nasional yang banyak diisi oleh 'orang AMI', demikian menurut Nino.



INDRA SETIAWAN


Sejawat Indra mengetengahkan presentasi tentang software ECOTECT yang dipandang dapat menganalisa berbagai aspek dalam arsitektur dan interior design. Menurut Indra, software ini cukup mudah untuk digunakan.



Misalnya, kita dapat memasukkan data kondisi site seperti letaknya dalam lintang dan bujur geografis. Secara otomatis, lokasi tersebut bisa menunjukkan aspek2 yang memudahkan kita.


Software ini dalam beberapa aspek mirip seperti sketchup, yang dengan mudah kita bisa menggunakannya untuk membuat bangunan 3D. software ini juga dapat diintegrasikan dengan 3DMax dan sketchup, dengan menggunakan file dxf



File dxf dari AutoCAD atau 3DMax bisa diimport kedalam ECOTECT dan dianalisa berdasarkan koordinatnya, arah sinar matahari, suhu dan perkiraan cuaca dalam koordinat lokasi tersebut. Kondisi ini merupakan perkiraan sesungguhnya dari bangunan bila sudah dibangun.


Software ini lebih lengkap dari fasilitas yang diberikan oleh software Sketchup, dengan memberikan gambaran tentang suhu didalam bangunan. Kondisi site terpanas dan terdingin bisa pula diketahui, demikian pula dengan kondisi angin, dan faktor cuaca lainnya.


Penerapan dalam interior.

Masing masing ruangan bisa dihitung suhu didalamnya, disesuaikan dengan ketebalan dinding, letak jendela, dan sebagainya. Misalnya untuk sudut jendela yang tepat dan nyaman untuk menghasilkan ruangan yang secara thermal nyaman. Menurut Indra, akustik juga bisa dianalisa pantulan suaranya, yang digambarkan berupa titik titik yang bergerak diseluruh ruangan. Parameter material masing masing bidang, misalnya permukaan keramik, kain dan sebagainya juga dapat diberikan untuk menghasilkan analisa yang lebih kongkret.


Shading device juga bisa dianalisa untuk menghasilkan analisa tepat untuk berapaukuran teritisan yang nyaman untuk kondisi thermal ruangan





Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Selasa, Mei 12

Report "Architecture Event" awal Mei 2009

+++ Event yang di adakan sejawat SAMM kali ini bekerjasama dengan HMA Universitas Brawijaya dan Toko buku  TOGAMAS tanggal 2 mei sampai 9 mei 2008. Merupakan rangkaian acara arsitektur yang independen dan lintas institusi (berbagai institusi turut serta) dan satu-satunya di kota Malang

BEDAH BUKU “ARSITEKTUR UNTUK KEMANUSIAAN”

*** Bedah buku oleh hma UB ( adalah telaah buku karya bapak Dr. Galih Wijdil Pangarsa DEA “ Arsitektur untuk kemanusiaan atas karya-karya bapak Eko Prawoto). Secara garis besar apa yang coba di paparkan dalam bedah buku ini adalah kajian ungkapan pertemuan adanya kesamaan niat pada karya Pak Eko Prawoto yang tidak membatasi pijakan pikir bahwa arsitektur bisa di lakukan dalam lingkup siapa saja, dalam tindakan ini karya-karya bapak Eko Prawoto mencoba menelurkan endapan emosi kemarjinalan obyek ruang bukan bentuk pada semua strata. Sementara endapan Emosi pemikiran Bapak Galih mencoba menjembatani adanya korelasi positif pada teori yang di gelutinya pada dunia kampus menjadi rujukan yang harus bisa di jabarkan lewat media karya yang obyektif harmonis berkemanusiaan

+++ Sebuah acara bedah buku yang mengungkap beberapa hal dibalik penulisan buku yang sarat dengan pengetahuan tentang karya pak Eko Prawoto yang selalu berpihak pada rakyat. Arsitektur yang partisipatorik hadir sebagai jawaban atas keringnya makna dan rasa dalam ber-arsitektur, yang berujung pada hasil karya yang kurang manusiawi. Acara ini berlangsung dengan dihadiri oleh para dosen dari berbagai Universitas di Malang, mahasiswa, Ketua IAI Malang pak Antung Harudji, dan sejawat SAMM yang antusias dengan apa yang disampaikan pak Galih. Karya telaah pak galih ini memang memberikan angin segar bagi pemikiran sejawat muda yang masih menggelora.




KUNJUNGAN KARYA SAMM

***
Hampir 5 tahun dedikasi sejawat samm mengalami berbagai gelombang pasang ,dimasa masa itu pula sejawat datang dan pergi silih berganti bak musim berbunga.

“Arsitek tanpa karya bak pohon tanpa buah, dalam event ini kita mencoba membuat event kunjungan karya dari sejawat sejawat samm . buah tanpa di kecap rasanya sama halnya karya arsitek tanpa pernah terapresiasikan kekhasan ruang rasa dari desain yang sembulkan ke permukaan karena karya arsitek adalah artefak zaman “.

Secara pribadi saya sanggat bangga dan bersyukur, kunjungan karya ini bisa menjadi ajang silaturrahmi karya, arsitek, mahasiswa/wi, klien dari lintas institusi ,lintas studio arsitek, tentang bagaimana karya arsitektur itu bisa di apresiasikan secara proporsional.

Dam mungkikah nanti ajang seperti ini bisa di gagas jadi cikal bakal sebagai wahana kritik arsitektur dari berbagai sudut pandang keilmuan antara seni , tehnik , humaniora dan psikoligi.


+++
Salah satu hal paling menyenangkan dari proses-proses ber-apresiasi arsitektur yang makin sering diadakan oleh SAMM di Malang dan di kota-kota lainnya, adalah antusiasme dan iklim apresiasi yang sangat tinggi di kalangan peminat arsitektur. Tak terkecuali dalam ke dua event arsitektur berupa open house yang diadakan oleh CDA dan Alesuga Ibi. Kedua desain dan bangunan yang di open house kan kali ini memang cukup tinggi nilai maupun skalanya dilihat dari project-project yang biasa dibangun di kota Malang.



RUMAH PAK ANDA KARYA CDA STUDIO

*** Rumah karya CDA ini cukup mengesankan dengan bahasa purishnya, akomodasi atap ala keharusan araya tersiasati dg komposisi yang proporsional, permainan volume ruang dan rongganya juga menghasilkan fasad yang sangat interest dengan lingkungan .

Komposisi ruang dalam pada rumah desain CDA kali ini mengalami kemajuan dalam olah rasa suasana kepentingan fungsinya yang tetap terjaga.


Beberapa foto bangunan. Tampak dalam foto2 ini; arsitek Aditya Lantip (Bunder) foto ke-empat. Arsitek Nino Haris pada foto ke-9


+++ Rumah ini tampaknya mewakili semangat baru CDA (Nino Haris dan Aditya Lantip) yang sangat berbeda dari karya sebelumnya yang juga di open house-kan. Dengan tampilan depan yang atraktif dengan seruang balkon berkisi-kisi, tampaknya langsung menyita perhatian begitu mendekati bangunan rumah ini. Permainan garis dan bidang berpadu dengan penggunaan material yang cukup menarik.

Para peserta open house diajak untuk berkeliling dan memasuki rumah ini untuk kemudian mendengarkan penjelasan Nino, dalam rumah yang sudah dihuni sehingga terdapat beberapa perabot awal. Nino menjelaskan bahwa yang paling disukainya pada desain ini adalah 'keterbukaan' pada rumah, yang terlihat pada beberapa aspek desain seperti bukaan dan lubang-lubang.


Beberapa foto saat Nino Haris presentasi open house. Samoke (foto keempat deretan diatas)
Nino Haris (foto kelima)


Secara subyektif dari penulis, yang cukup menarik dari rumah ini adalah balkon yang twisted (terpelintir) dengan lengkungan sisi yang tak lazim. Menurut Nino ini dihadirkan sebagai unsur feminim dari rumah yang cenderung memuat banyak unsur box yang maskulin. Desain ini juga menawan dengan tampilan kisi-kisi secondary skin-nya yang berperan menyejukkan area sekitar rumah ini. Misalnya di lantai 2 pada area taman diatas atap, terasa makin sejuk dengan naungan kisi-kisi yang menyerupai ruang dibawah pohon rindang.

Hadirnya taman diatas atap juga merupakan hal yang belum lazim dalam desain-desain di Malang, sehingga memberikan wawasan baru, terutama bagi mahasiswa-mahasiswi yang turut hadir.

Tak hanya diluar, bagian dalam juga menyiratkan komposisi desain Nino dan Bunder (Aditya Lantip) dalam CDA yang berkualitas tinggi. Kejutan dalam desain seperti desain railing tangga yang 'twisted' juga menjadi hal yang menarik. Selain inovasi pencahayaan dalam ruang.




RUMAH DAN KANDANG KUDA KARYA ALE SUGA IBI

*** Maskulin paras fasadnya , julur melintang ruas-ruas baja, gurat hitam kokoh batu alam, melayang sosok bak ujung geladak belakang dewaruci, simpang melintang tersambung jalan di kepala berujung di ruang mushala, semerbak kas bau sibetina , terekam derik-derik lengking kuda ,…..dan berakhir di hampar hijau julur-julur daun tebu…..itulah sebait puisi buat karya ini



+++ Ranch house ini menarik perhatian sejak dari belokan jalan utama tempatnya berdiri. Bangunan putih dengan garis-garis yang mewarnai kondisi rural setting tempat ini, seakan menjadi sebuah oase. Dengan tanpa dinding masif pagar yang memisahkan jalan, namun cukup dengan jajaran pohon bambu dan vegetasi lainnya, Ranch house ini hadir sebagai seperti sebuah gerbang...

Gerbang menuju apa? Mungkin bisa terjawab setelah memasuki area ranch house... pemandangan elok sekitar yang ditumbuhi oleh hijau padang rumput tempat kuda-kuda berlarian... Memanjakan mata dan diakhiri oleh garis-garis lembut gunung-gunung yang mengitari kota Malang.



Beberapa foto saat open house. Foto ke empat: Arsitek Suga Ibi. Foto paling bawah: Ale Suga Ibi (Agus, kaos hitam) sedang di 'public interview' oleh Nino Haris dan rekan-rekan SAMM

Salah satu kekuatan utama desain bangunan ranch house sekaligus rumah tempat tinggal pemiliknya ini adalah pengetahuan struktur arsiteknya yang cukup memadai. Hal ini karena jarang-jarang kita menemukan struktur baja untuk penyangga bangunan rumah tinggal seperti ini. Pengetahuan struktur Agus (Alesuga) Ibi jelas ditampakkan melalui bangunan ini.

Garis-garis tegas, maskulin, dan sederhana menyiratkan pribadi arsiteknya juga. Unsur material yang selalu terlihat jelas melalui tekstur permukaan yang sengaja ditampakkan juga merupakan karakter yang memperkuat bangunan secara keseluruhan.



DEGAP NASIONALISME DI RUANG PAMER IAI AWARD 2008.


*** Disudut ruang, memanjang tergantung tersanding abtrak lukisan, setia meja bundar di temani 2 warna 4kursi ala tobias dalgado, bening raut dingin ambalan meja kaca, ku letakkan notebook di atasnnya. Tafakur sejenak entah apa terpikir olehku tuk memulai menulis pameran ini….hingga 13 menit rasanya terdiam memandang juling mataku ke perspektiv ruang pameran ini, di tengah ruangan berjejer 4 sekat pameran IAI di kelilingi 2000 lebih buku buku tua koleksi Soekarno, …berkaca-kaca terkatup berucap dalam hati , pelan perlahan daya pikir mengerakan jari jemariku menari santun tertatih bak bayi belajar berjalan takut akan langkahnya dan jatuh…..tiba-tiba hentakan CAPS LOCK menghentikan nalar ide, karena jentik tangan kiri ini menyentuh tak sengaja pertanda jeda pikir tak setuju. Dan aku tertegun melangkah mendekat ke salah satu deretan koleksi buku sukarno,…………terbaca olehku MAHATMA GANDHI “ negaraku adalah kemanusiaanku “.



PAMERAN IAI AWARD 2008

*** IAI AWARD tahun 2008 adalah penghargaan karya arsitektur yang mencoba memberi aras baru dalam khasanah pengkategorian karya, berbeda dengan IAI AWARD sebelumnya, dulu IAI AWARD didasarkan berkecenderungan ke fungsi ,tetapi IAI AWARD sekarang lebih pd muatan pengkategorian berdasarkan aspek hubungan kultur antara karya, klien, arsitek, lingkungan. Maka dari sanalah di butuhkan sosialisasi ke berbagai lapisan pemerhati arsitektur.

Dan pameran IAI AWARD 2008 kali ini yang di adakan oleh sejawat SAMM (spirit arsitek muda malang ) bekerja sama dengan adanya bedah buku ‘ Arsitektur untuk kemanusiaan’ oleh HMA univ. Brwijaya dan tokobuku Toga Mas, adalah dalam rangka sosialisai dan publikasi di kota Malang.


Foto suasana pameran. Foto pertama: bersama tim sejawat mahasiswa Universitas Brawijaya.


Kenapa kota Malang…. Karena kami tidak ingin tertinggal dalam gerbong terakhir kereta perkembangan Arsitektur Indonesia.





PAMERAN IAI AWARD 2008 ADALAH CAMBUK BUAT IAI cabang MALANG


*** Pemeran IAI AWARD 2008 di kota Malang kali ini serasa penuh makna sejarah, bagi kalayak pemerhati arsitektur kota malang, karena ini baru pertama kalinya di adakan, dan menjadi ironis karena pameran ini bukan di adakan oleh IAI cabang malang yang notabenya seharusnya mereka yang menjadi ujung tombak di daerah dalam pemberdayaan dan penginformasian tentang wacana arsitektur bagi anggota IAI dan masyarakat kota malang. Ini adalah CAMBUK bagi Keberadaan IAI cabang Malang, bahwa keberadaan IAI sekarang ini hanya pada tataran stempel acara institusi lain atau hanya stempel professional SKA yang pada kenyataanya SKA arsitek banyak di gunakan dalam sewa- menyewa kelengkapan projek saja, sedangkan masalah dedikasi SKA dlm organisasi di IAI adalah nol besar, apalagi dalam desain yang bisa memberi nafas arsitektur Indonesia. Sangatlah tidak mungkin kalo niatnya sudah tidak pada relnya. mungkin ini adalah salah satu sebab kenapa organisasi IAI daerah yang notabennya Profesinal mandek dan tak berjalan.

Yang lebih ironis lagi adalah etika ketika diadakan sarasehan arsitektur di saat penutupan pameran IAI award 2008 , sarasehan itu di hadiri akademisi dari UNIBRAW, UNMER, ITN, UIN, STTM, ITS, praktisi juga mahasiswa, tidak ada satupun hadirin di forum itu yang mewakili IAI cabang malang , padahal undangan sudah dengan hormat sampai dengan kata salam di pintu rumah,……maka dari itu sudah saatnya mari kita intropeksi mau kemana atribut Profesional pada lebel SKA arsitek , dan mau di bawa kemana asosiasi organisasi IAI cabang Malang kalau bukan untuk informasi dedikasi laku Arsitektur di kota malang.



SARASEHAN ARSITEKTUR


*** Sarasehan arsitektur ini diadakan dengan maksud konsolidasi para pemerhati arsitektur di kota malang raya, dengan mengundang Mahasiswa, Akademisi, Praktisi, IAI cabang Malang, dengan tema “Malang : menyongsong pembaharuan Arsitektur dan kota”, muatan yang di kandung dalam sarasehan ini adalah ajakan dari sejawat samm untuk bergerak bersama berdedikasi bersama lewat acara dan event bersama di kota malang.

Dengan pembicara Prof.Dr.Ir Josep Prijotomo dan Dr. Ir Galih Wijhil P. DEA yang nota bennya sangat konsen terhadap event arsitektur di Indonesia.





foto atas: mbak Reni sbg MC, Nino Haris dan Samoke sbg moderator.


Pak Joseph saat memberikan penjelasan dalam suasana informal.


Pak Galih Widjil Pangarsa dalam menjelaskan



Dalam paparanya, beliau mengharapkan dengan adanya acara Pameran IAI AWARD 2008 ini bisa memacu semangat berarsitektur di kota malang dari berbagai sisi berpartisipasi dalam ranah masing masing. Dan bila ada ujung tombak perbaikan informasi dan komunikasi arsitektur yang baik di kota malang , kita mnengharapkan keberadaan IAI cabang malang bisa berperan lebih mengakomodasi event arsitektur di kota malang raya.







Penulis artikel (lihat tanda *** dan +++ berarti ditulis oleh)


*** sam oke
/ ruangisis / 7 mei 2008 / tokobuku togamas lt3 malang / 12.39 wib.

Penulis artikel n photographer:

+++ Probo Hindarto
/ www.astudioarchitect.com / whenever / wherever / I am

________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

Kirimkan artikel ke Web SAMM

Untuk lebih giatnya aktivitas dalam web SAMM, dan agar tulisan tidak monoton, mengapa tidak mengirimkan artikel dan bahasan Anda sendiri tentang arsitektur? Karena fungsi admin sebenarnya adalah menjembatani SAMM dengan internet dan khalayak arsitektur di seluruh Indonesia dengan SAMM dan web ini. Silahkan mengirimkan naskah artikel ke web SAMM dengan form ini (form akan masuk ke email pribadi admin, untuk sementara ini).

nama
email
judul
artikel
attach
attach
attach
attach
Image Verification
Please enter the text from the image
[ Refresh Image ] [ What's This? ]