Jumat, Maret 27

Belajar tentang bambu di Jogja

Penulis             : sam oke
Trekker             : nino, ambiek, allvin, suga, bunzs, whahid, bli alit, sam oke
Waktu              : tgl. 15-19 maret 2009

SATIR JOGJA KITA
Jogja adalah kota simbol budaya dijawa dari kota budaya tradisional menuju kota budaya rural mengalir bersolek  menuju kota budaya urban metropolis dan serta merta berlogo budaya hotspot dalam ranah selogan kebebasan.
Pelan dan pasti, waktu dan zaman mulai mengkikis peran tradisi lama dalam aral melintang kemoderenan hedonis kejawaan, simbol-simbol tradisi budaya mulai bergerak menjadi simbol seni pariwisata zaman,
Batik jogja dengan blangkonya berjajar di trotoar kecut menunggu turis tuk membelinya, kenarsisan kontemporer di poros kota disanasini menjadi biang kesopanan kringat estetis wajah kota,
Simbol menjadi kenangan , makna dan tradisinya menjadi proses kata hati NANTI DULU, seberkas keberuntungan ternyata masih ada...........dan itu adalah keberadaan simbol keraton sebagai perekat kejogjaanya, mungkin itu yang membedakan dengan simbol-simbol kota lain di jawa.




TITIK NARSISNYA  JOGJA
Seloroh ini bukan sekedar kata, dulu orang bilang kalo ke jogja belum sah bila ga ke kraton, malioboro dan borobudur . selama 4 hari 3 malam 17 kali malam hari kita lewati putaran tugu poros jogja,apa yang aneh adalah tugu itu ternyata menjadi biangnya narsis kawulamuda jogja dan tamu-tamunya. Apakah dulu si NARSISUS pemilik nama itu salah satu pengagum tugu jogja.
Benar memang adanya serangan umum 1 maret, merebut jogja kembali keberhasilannya peristiwa itu, berpatokan di tugu jogja, dan di tugu itu pula menjadi ancer-ancer dan tetengger sebuah konsep poros kota jogja.
Bila kita binggung dan nyasar mencari dimana kraton ,dimana malioboro,dimana borobudur dan tak lupa dimana sarkem ingatlah dimana tugu jogja. Jadi tak salah bila ke jogja " kudu foto ning tugu poros jogja ", mesti orang bilang narsis n ndeso katanya. ini adalah bukti ruang publik bisa berupa hanya sebuah tetengger belaka,sedangkan ruangnya berupa NISKALA HISTORIS dari tugu itu,
Mesti keberadaanya di titik nol, dan di desain di poros utara selatan perempatan jalan tak ber-ruang actual, hanya berlatar nilai mutual historis, orang datang lewat dan berkunjung tuk sekedar  makan nasi gudeg di sekitar tugu itu, tapi mereka akan mengabadikan peristiwanya. begitu juga kami berlagah-laku demikian. ini yang membuat tugu di jogja beda dengan tugu-tugu di kota lain:
Dimana dimensi skala tak akan terasa bila dimensi niskala tak menjadi roh sebuah benda ataupun bangunan.
Dan  SATIRku adalah
Mungkinkah PAMOR tugu itu menjadi brandnya jogja, …Atau mereka, kita semua kegenitan ingin foto di tugu itu ?, bagaimana dengan desain kita, apakah kita hanya mendesain ruang karena hanya bagus di foto saja nantinya,kalau iyaa………maka celakalah arsitektur Indonesia nanti,  dia hadir hanya bagus di foto, di tabloid, di buku-buku,di majalah dan gampang di copy paste di meja studio kita,….sedangkan itikad dan dimens isinya tak pernah kita gali dan mengerti.


SEMINAR REKAYASA BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN
Dalam Seminar ini di ikuti dari berbagai pemerhati masalah pendaya gunaan bamboo se- Indonesia, dan kami berkesempatan bisa ikut serta mewakili temen-temen sejawat SAMM dari malang. Dalam seminar ini di bagi menjadi 2 kelompok ,yaitu satu kelompok membahas bamboo sebagai budidaya bahan industri dan kelompok ke dua membahas bamboo sebagai bahan konstruksi bangunan dalam koridor ramah lingkungan.




Secara singkat Bahasan dalam seminar itu ada 4 hal yang di bahas :
  • Agro Budidaya bamboo dan jenisnya terhadap lokasi dari lingkungan bamboo itu di tanam,tentunya akan mempengaruhi jenis dan kwalitas tanaman bamboo.
  • Budidaya Bambu sebagai media bahan Seni , bamboo dalam pengawetan sreta amplikasi pemakaiannya.
  • Amplikasi bamboo dalam analisis sebagai media struktur
  • Amplikasi bamboo dalam laminasi bamboo
( untuk lebih jelasnya mengenai 4 hal di atas,akan di diskusikan dalam ruang event SAMM )


KUNJUNGAN OBYEK BANGUNAN DARI REKAYASA POTENSI BAMBU
17 maret 2009 / pukul 08.00- 16.00 wib
Dalam event kunjungan kali ini adalah rangkaian dari acara seminar tentang bamboo dalam rekayasa sebagai kontruksi bangunan baik sebagai kontruksi bentangan kecil maupun bentangan lebar.peserta kunjungan dari berbagai lapisan pemerhati masalah potensi bamboo. Dalam kunjungan dengan model field trip ini di pandu oleh Bpk Proff. MORISCO dan Mbak DR.INGGAR dari S2 UGM.




Kunjungan ke Bangunan TK ABA di semoya Sleman
Bangunan TK ABA ini sebagian kontuktruksinya memakai bamboo, yaitu kolom dan konstruksi rangka atapnya. Sedangkan dindingnya tetap memaki bata. Kwalitas ruangan  pada bangunan ini  cukup layak sebagi ruang multi guna sebagai aktifitas sekolah






Kunjungan ke PT. Kwas Imogiri


Bangunan industri PT Kwas Imogri ini merupakan kerjasama antara pemerintahan Indonesia dan Australia, secara fungsi bangunan yang terlihat semi permanen ini di gunakan sebagai pengembangan industri mebeler dan pernik interior, keunikan bangunan ini adalah seluruh komponen struktur bangunan mengunakan bamboo ( mulai dari kolom,kuda-kuda bentangan 22m, gelagar lantai 2. lantai penutup lantai 2,tangga,dinding mengunakan bahan bambu, kecuali  penutup atap) , system struktur dan rekayasanya bekerjasama dengan UGM sebagai media penelitian  penerapan bambu sebagai alternative bahan ramah lingkungan.




Kunjungan ke Gereja di  Ganjuran
Bangunan Gereja ini didirikan setelah bangunan lamanya hancur terkena musibah gempa tahun lalu. Secara garis besar bagunan gereja ini sangat sederhana, beratap jerami,tanpa dinding,berlantai tanah padat, berstruktur bamboo. Bangunan gereja ini berbentang 16m dengan panjang massa 48m.






Kunjungan ke Rumah Bambu Pakem
Rumah bamboo ini juga merupakan hasil riset dari tim UGM bekerjasama dengan  salah satu LSM local Kelompok tani, dimensi rumah ini 6x9m tinggi 8-9 meter. Mulai dari kolom,lantai,tangga,dinding, kusen memakai bahan bamboo , kecuali atap memakai seng gelombang. Fungsi bangunan ini sebagai ruang pertemuan juga pelatihan.
Bangunan rumah pakem ini layak mendapatkan apresiasi karena tahan terhadap goncangan akibat gempa bumi.






Kunjungan ke SABA Getan ( usaha pengawetan Bambu )
SABA ( sahabat bamboo ) merupakan usaha pengewetan bamboo dengan cara di VAKUM melalui tabung besar dengan tekanan tertentu setelah bamboo di bersihkan di lobangi dan di alirin air secara vertikal dalamnya.






DISKUSI SINGKAT DENGAN SENIOR EDITOR ASRI
Tak di sangka sejawat SAMM ketemu kembali Bpk. Djoni senior editor majalah ASRI ,yang beberapa bulan lalu sempat bersama ikut dalam Event Green desain di lembang Bandung. Dengan stylenya yang familiaer kita sejawat SAMM berdiskusi kecil tentang event Arsitektur terutama mengenai pemanfaatan bambu sebagai komoditi bangunan. Dan menurut beliau pada bulan mei – juli ASRI akan mengundang kita dalam event tentang bambu di bandung nanti.
SATU MEJA DALAM BIR JAWA DI GADRI RESTO


Berita tentang di bukanya areal keraton untuk sebuah resto dengan kekhasan masakan raja-raja jawa membuat kami berkeinginan berkunjung ke RESTO GADRI.letak resto ini berada di sisi barat keraton jogja, akses cepatnya lewat sisi barat alon-alon utara.





Bangunan resto ini dahulu adalah tempat ajudan raja, di dalam bangunan ini kita bisa mengali beberapa informasi mengenai tradisi,budaya, silsilah, peningalan, artefak keluarga keraton dan menu-menu makanan raja-raja jawa pada waktu itu. Dan waktu kita sempatkan berkunjung, kita memesan BIR JAWA ( minuman campuran rempah-rempah dengan rasa khas yang menghangatkan tubuh, minuman ini tidak berakhohol ).dalam apresiasi penulis, kemasan resto ini sangat unik, selain menyajikan masakan khas raja kita dapat informasi sejarah kekerabatan di keraton zaman dulu hingga kini.


DISKUSI di TERAS RUMAH PAK EKO PRAWOTO
Rumah  Pak eko Prawoto
Kedatangan sejawat SAMM di kediaman Bpk Eko Prawoto di sambut dengan sederhana di teras rumahnya yang teduh ETNIK nan RUSTIK.sambil berdikusi kita memberikan cendera mata buat jalinan kesejawatan kita sebagai arsitek Indonesia.
Yang sempat kita diskusikan adalah :

Dalam rentang waktu dahulu dan sekarang karya-karya arsitektur kita sekarang ini ada kecenderungan mengalami kemerosotan dalam pemahaman konstruksi dan detail dalam rangka memperlakukan bahan bangunan, perlakuan khusus dari karakter bahan local jarang tersentuh hingga memberikan makna kelokalan itu sendiri.lokal selalu di anggap sebagai pengisi saja pada sudut pemanis desain, kelokalan tidak pernah di sembulan sebagai aras gelombang benang merah desain.
Dalam mendisain sudah waktunya kita melihat kembali sisi keNUSANTRAAN dalam berarsitektur, dan ngomong-ngomong kenusantaraan  arsitektur kita lebih dekat dalam wilayah timur, ini bisa kita lihat semakin ke barat karya-karya arsitektur di Indonesia semakin terkikis ideologi dan makna kenusantaraanya , ini tidaklah muntlak adanya, tapi ini bisa kita lihat perubahan muatan karya-karya yang ada di wilayah barat jawa, tergeruskah ide-ide local atau pencarian yang berkecenderungan kebaratan tak berujung ,sehingga pangkal awal dari titik lahir arsitektur ke nusantaraan mulai di jadikan cerita dini saja di bangku perkuliahan.

TANYA JAWAB DALAM MOBIL PAK EKO PRAWOTO
Waktu yang singkat membuat Penulis berusaha berdiskusi dalam mobil bapak Eko prawoto. Karena penulis sangat percaya pertanyaan selalu lebih penting dari pada jawaban, maka momen harus termanfaatkan kondisinya. Rentas-rentang waktu dalam kepadatan mobilitas hedonis jogja dari KALIURANG menuju Padepokan Bagong MADUSKISMO,KASIHAN.BANTUL, diskusi kami lakukan dalam Renungan 30menit.
Melihat di jalan penuh dengan baliho,liflet porter partai dan caleg… timbul pertanyaaan;
samm      :  Pak Eko apa ga’ nyoba nyaleg?,. Tanyaku,
pak eko   :  Wajah-wajah itu artinya apa ?
     Pemikirannya apa ?
    Mental juara membuat mereka selalu ndonggak, kapan bijaksananya?
Samm     : bagaimana kabarnya IAI di jogja?
pak eko  : di IAI jogja dahulu , pernah ada blok-blok yang ga pernah ketemu satu kata tujuan,
ada blok akademisi,blok praktisi dan blok birokrat, masing-masing mempunyai  kepentingan sendiri-sendiri, seharusnya di IAI itu mempunyai satu cita-cita bersama, apa yang harus di perjuangkan bersama untuk kebaikan arsitektur dan Profesi arsitek.dan itu haruslah obyektif menyelesaikan permasalahan di Indonesia.
samm  : apa yang membuat karya arsitektur kini dan dulu berbeda sehubungan dengan   kekayaan kelokalan kita.
pak eko  : contoh kecil, dulu ada kelompok  tukang yang memiliki keahlian yang beragam dengan tradisi dan cara membangun yang berbeda,talenta dan etosnya selalu terjaga, sedangkan sekarang cara membangun sudah berbeda, dan keahlian yang sifatnya tradisional sangat kurang.
samm  :  bagaimana sebaiknya pendidikan arsitektur Indonesia sekarang ini agar kelokalan tradisi ke-nusantaraan terjaga
pak eko  : yaa artefak tradisional yang menjadi kekayaan kita selama ini, harus dijadikan bahan bakar dalam mengisi ruang kosong baru .
samm    : dalam pengamatan saya saat datang dan merasakan rumah bapak dan beberapa karya yang tadi kita kunjungi, ada ruang rasa yang mengalir dan sangat terbuka hubunganya antara ruang dalam dan ruang luar..hingga secara fisik tanpa batas unsur pembentuk ruang, apa yang melatar belakangi karya bapak selama ini.
pak eko: konsep open plan, sosial bernuansa harus selalu berjejer berdampingan,karena  kehidupan itu ga pernah sempurna . dan iramanya selalu multi interpretasi dan dia hadir dalam system yang lebih besar yang akan mempengaruhi keseimbangan alam.
samm   : bagaimana mengkodisikan agar supaya desain yang hadir menjadi karya yang bisa menghargai system hidup yang lebih besar.
pak eko: jadi energi proses membangun dari konsep hingga pekerjaan di lapangan jangan sampai kita cederai oleh hal-hal negative yang akan menjadi bagian biliografi bangunan nantinya .( contoh kecil , kita harus mengakomodasi semua masukan positif dari klien hingga kuli ). Meminimalisir konflik dalam proses membangun.


DARI RUMAH PARA SENIMAN JOGJA
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Padepokan bagong berada di daerah madukismo kasihan bantul, secara garis besar komplek padepokan bagong berada di tikungan sebuah sungai. Tatanan bangunan merupakan gabungan dari beberapa bangunan lama yang di re-lay out kembali agar supaya fungsi bangunan lebih dinamis.





Fasad bagunan lama dan baru di ketemukan dalam satu frahmentasi linier yang seakan bertubrukan.di bagian lain terdapat beberapa bangunan pendukung semacam ruang serbaguna, kantor,dll. Kekhasan dari desain pak eko dalam bangunan utama adalah detail struktur dari bahan dan kebaradaan penghawaaan ruang atas yang terbuka tetapi tetap sederhana dalam olahan tampilan. Detail detailnya selalu tampak orisinil,etnis dan berkesan strukturalis tapi rustic lokalnya sangat kuat.
  
Rumah penari masLATIF
Rumah mas latif tak jauh dari padepokan bagong, sosok terbuka berpamor geliat gerak penari, berparas bebatu alam berirama kesan panggung, dan bersolek natural dengan motif tradisional, itulah gambaran sang penghuni, dan abstrak itu tercermin dalam bahasa arsitektur desain rumah mas latif ini.kefamilieran rumah ini sangat kuat tetapi open ended-nya juga masih terjaga. Secara garis besar tatanan ruang dan ataknya sangat lah sederhana. Yaitu lantai 1 digunakan sebagai areal public dan servis dengan atak denah lengkungan gerak dinamis penari , sedangkan lantai atas sebagai ruang privat dengan model koridor mengikuti sistem modul grid dari kolom . detail dinding ruamah ini dari lantai 1 dan 2 sangatlah kontras, lantai 1 dengan motif bebatuan sedangkan lantai2 bermotif gebyok kayu. Kesan strukturalis dengan detai-detail tradisional sangat terasa.





Rumah Sitok Srenggenge
Kondisi rumah ini lebih cenderung sebagai rumah kebun yang berkesan alkulturasi model tradisional dan klasik colonial, tetapi sentuhan finisingnya  berparas modern. Atak rumah ini sangat kuat terasa beda dengan rumah pda umumnya. Karena ketika kita mau masuk terkesan tidak ada pintu karena posisi rumah level lantainya setengah lantai di bawah permukaan depan rumah. Ruang penerima adalh sebuah pond yang terakses ke sebuah pintu utama, tetapi setelah masuk kita seakan di bawa keluar lagi di areal belakang rumah. Keunikan rumah ini adalh konsep open plane di areal bawah, desain fasad rumah ini sedikit lebih modern dengan garis herisontal vertical komposisi massa bangunan.





NARSISNYA PARA PENIKMAT CERITA SARKEM






Tetap semangat!
________________________________________________

© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

2 Comments:

hendra mengatakan...

waw.. tulisan dan foto2nya menarik..
makasih tumpangannya waktu di jogja ya SAMM!!!
^___^

Anonim mengatakan...

hi samm, saya tertarik dengan bmbu,,bisa kirimkan file tentang bambu seperti jenis2,kelebihan, kelemahan, uji lab dsb.
haris




harisson_key@yahoo.com

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...