PENULIS: PROBO HINDARTO (BOP)
situs: www.astudioarchitect.com
Bangunan pada awalnya merupakan jawaban manusia atas kebutuhan berlindung dari cuaca dan gangguan alam maupun binatang buas. Cara yang ditempuh manusia untuk berlindung pada tempat-tempat tertentu seperti gua sudah berevolusi hingga saat ini dalam ilmu pengetahuan, namun akar dari permasalahan manusia yang harus dijawab seputar respon terhadap alam masih sama, dan perubahan dapat dilihat dari evolusi [1] tipologi bangunan yang dihasilkan. Sebuah bentuk bangunan memiliki alasan mengapa harus demikian.
Contoh lain yang cukup nyata dalam perkembangan arsitektur dengan penggunaan kaca menunjukkan fakta bahwa setelah kaca menjadi material baru yang berpengaruh pada arsitektur, ia menjadi sumber daya untuk digali potensi materialnya dalam sistem konstruksi yang dapat dikembangkan atas material kaca tersebut. Pengetahuan material dan pengetahuan konstruksi adalah dua pondasi utama mengapa berbagai bentuk arsitektur terjadi dimana teknologi yang diaplikasikan pada sebuah material merupakan diversitas melalui berbagai variabel. Variabel ini bisa menjadi merupakan unsur geo-cultural dan diversitas pada teknologi bangunan atau sebuah material melulu di sebabkan karena perkembangan teknologi setempat yang kebanyakan terisolasi antara satu region geo-cultural ke region lainnya.

Bagaimana manusia dalam sebuah region geo-cultural menganggap bahwa arsitektur semacam ini merupakan arsitektur terbaik, dapat dijelaskan melalui teori evolusi memetika berkaitan dengan material dan teknologi bangunan.
Bagaimana sebuah bentuk bangunan terwujud adalah resultan dari evolusi teknologi terhadap material. Memandang kenyataan ini apabila kita mengambil sudut pandang arsitektur tradisional, arsitektur modern atau jenis sebutan arsitektur lainnya oleh manusia, memiliki elemen pembentuk yang lebih kecil yaitu : material dan teknologi bangunan. Dalam konteks pemikiran saya ini bentuk-bentuk arsitektur tradisional merupakan contoh yang paling lugas dan jernih atas memahami akar tipologi bangunan. Ini menjelaskan kenyataan mengapa konstruksi dinding di Jepang berbeda dengan konstruksi dinding di Roma.
Bukan suatu yang mustahil bahwa opsi memetika ini dapat “dipindahkan” (diadopsi dalam region geo-cultural lain) dari satu region geo-cultural ke geo-cultural lainnya. Namun biasanya aplikasi terhadap pilihan teknologi konstruksi arsitektural didasarkan pada memetika yang berkembang dalam sebuah region geo-cultural dan 'pemindahan' dapat menjadi fenomena yang meng-alienasi atau justru mengangkat derajat sebuah memetika kosakata arsitektur. Didalam evolusi memetika arsitektur tradisional, hal ini adalah sebuah faktor penentu apakah sebuah opsi terhadap bentukan arsitektural akibat pemilihan teknologi terhadap material umum diaplikasikan terhadap bangunan-bangunan dalam sebuah region geo-cultural. Dalam perspektif ini benar salahnya, umum tidaknya, sebuah bentukan arsitektural terjadi merupakan judgement akibat dari evolusi memetika itu sendiri.
GLOSSARY
evolusi:
dalam Wikipedia:
In biology, evolution is change in the inherited traits of a population of organisms from one generation to the next. These changes are caused by a combination of three main processes: variation, reproduction, and selection. Genes that are passed on to an organism's offspring produce the inherited traits that are the basis of evolution. These traits vary within populations, with organisms showing heritable differences in their traits. When organisms reproduce, their offspring may have new or altered traits. These new traits arise in two main ways: either from mutations in genes, or from the transfer of genes between populations and between species. In species that reproduce sexually, new combinations of genes are also produced by genetic recombination, which can increase variation between organisms. Evolution occurs when these heritable differences become more common or rare in a population.
geo-cultural: wilayah / region perkembangan memetika arsitektur spesifik
memetika: Ilmu yang mempelajari meme (kode perilaku manusia) dalam ilmu kebudayaan yang disebarkan dalam model evolusi kebudayaan yang dikembangkan melalui pengembangan teori evolusi Darwin.
FOOT NOTE
[1] Evolusi dalam konteks ini dapat dikaitkan langsung dengan model evolusi dalam biologi yang diaplikasikan dalam model evolusi memetika arsitektur.
Tetap semangat!
________________________________________________
© Spirit Arsitek Muda Malang [SAMM]

1 Comments:
makasih pelajarannya
Poskan Komentar